Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 10:41 WIB

Waspadai Banjir-Longsor di Jalur Tengkorak Jatim

Oleh : - | Minggu, 18 Juni 2017 | 18:18 WIB
Waspadai Banjir-Longsor di Jalur Tengkorak Jatim
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Mojokerto - Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim mengimbau kepada pemudik untuk mewaspadai daerah bencana, yakni jalur rawan longsor dan rawan banjir. Ini karena ada banyak titik yang rawan longsor dan banjir di sepanjang jalan provinsi.

Berdasarkan data dari Dinas PU Bina Marga Jatim, jalan yang rawan bencana banjir yang perlu diperhatikan yaitu Bts Kabupaten Ponorogo-Pacitan, Arjosari-Purwantoro, Gedek-Bts Kabupaten Jombang, Bts Kota Bojonegoro-Padangan, Ponco-Jatirogo, Bts Kota Batu-Bts Kabupaten Kediri, Bts Kab. Gresik-Mlirip, Sampang-Omben.

Lalu, Benculuk-Glagahagung, Genteng-Temuguruh, Bts Kabupaten Lumajang-Pondokdalen, Bts Kabupaten Lumajang-Kencong, Kencong-Kasian-Ambulu-Mangli, Bts Kabupaten Bondowoso-Arjasa, Bts Kabupaten Bondowoso-Kalisat.

Sedangkan, untuk rawan atau jalan bencana longsor yaitu, Bondowoso, Banyuwangi, Bts Kabupaten Pacitan-Arjosari-Purwantoro, Bts Kabupaten Ponorogo-Bts Kota Pacitan, Sarangan-Cemorosewu, Bts Kota Batu-Bts Kabupaten Kediri, Batu-Cangar-Pacet-Cangar.

"Untuk rawan longsor ini pihak Dinas PU Bina Marga telah menyiapkan posko dan alat berat lengkap di 11 UPT, sehingga apabila ada kejadian longsor segera ditangani lebih cepat," ujar Gatot.

Gatot menyampaikan, jalan nasional dan jalan provinsi di Jatim telah siap menghadapi arus mudik dan balik lebaran tahun 2017. Kondisi untuk jalan provinsi sudah mulus sepanjang 1.421 km, kecuali untuk program penanganan rekonstruksi jalan tahun 2017 yang jadi tanggung jawab rekanan.

"Saya perkirakan 98 persen kondisi mulus dan dua persen masih dilakukan peningkatan atau pemeliharaan berkala. Jadi untuk infrastruktur jalan sudah siap menyambut pemudik saat Lebaran nanti. Apalagi jalan tol Surabaya-Kertosono sudah difungsikan, jadi ada alternatif jalan bagi pemudik," tuturnya.

Bahkan pihaknya menambahkan, seluruh kegiatan peningkatan jalan dan pemeliharaan berkala jalan provinsi akan dihentikan dan diselesaikan untuk menghadapi lebaran pada H-10 atau 15 Juni 2017. Atau, maksimal pada H-6 atau 19 Juni sudah tidak ada kegiatan lagi. [beritajatim/ton]

 
x