Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 04:32 WIB

Menteri Muhadjir Diminta Kaji Ulang FullDay School

Oleh : - | Minggu, 18 Juni 2017 | 02:00 WIB
Menteri Muhadjir Diminta Kaji Ulang FullDay School
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Mataram - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, meminta pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir, mengkaji ulang kebijakan penerapan sekolah lima hari atau full day school.

Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, kajian dilakukan juga terhadap dampak kualitas pendidikan dan sistem belajar-mengajar di sekolah.

"Apakah sekolah sudah siap, begitu juga dengan anak-anak. Termasuk pada hari Jumat, apakah anak-anak akan salat Jumat di sekolah atau bagaimana," katanya, Sabtu (17/6/2017)

Menurut dia, rencana penerapan sekolah lima hari hingga saat ini masih menuai pro-kontra karena setiap orang memiliki pandangan sendiri terhadap persoalan ini.

"Soal adanya akibat terhadap kebijakan itu akan menjadi bagian evaluasi bagaimana mencari solusi terhadap persoalan-persoalan di daerah," katanya.

Apalagi untuk sekolah-sekolah pinggiran yang saat ini menyatakan belum siap dengan kebijakan tersebut sehingga harus dilakukan kajian lebih dalam dengan mendengar aspirasi dari masyarakat, dunia pendidikan termasuk PGRI.

"Harapannya, adanya rekomendasi kepala daerah dan aspirasi dari berbagai kalangan pendidikan bisa menjadi pertimbangan untuk menfinalisasi kebijakan itu," katanya.

Dia mengatakan, jika pemerintah memberlakukan kebijakan sekolah lima hari ini hanya ke pada sekolah yang sudah siap, justru hal tersebut menambah situasi dilematis dan bisa menimbulkan gucangan di bawah.

"Karenanya, jika sudah menjadi aturan maka harus diterapkan secara massif sebagai sebuah konsekuensi dari kebijakan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram H Sudenom mengatakan, pihaknya mulai menyosialisasikan kebijakan pemerintah yang menetapkan lima hari sekolah dalam seminggu mulai tahun ajaran baru 2017/2018.

Sosialisasi itu bertujuan agar semua sekolah bisa mempersiapkan diri terkait dengan sumber daya manusia (SDM), fasilitas pendukung serta perubahan terhadap silabus dan lainnya.

Karena itu diharapkan pada jam siang sekolah bisa menyusun pelajaran yang memiliki unsur bermain sambil belajar agar peserta didik tidak cepat jenuh sebab biasanya jam siang anak-anak istirahat.

"Siswa akan belajar mulai pukul 07.30 WITA sampai pukul 16.00 WITA, sama halnya dengan jam kerja aparatur sipil negara (ASN), dengan delapan jam mata pelajaran," katanya. [tar]

Komentar

 
x