Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Agustus 2017 | 21:30 WIB

Dana Desa Disarankan untuk Kemajuan Desa

Oleh : Abdullah Mubarok | Sabtu, 17 Juni 2017 | 11:26 WIB
Dana Desa Disarankan untuk Kemajuan Desa
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penggunaan dana disarankan digunakan untuk memajukan, dan meningkatkan ekonomi desa tersebut. Sebab, sampai saat ini penggunaan dana desa dinilai masih belum maksimal untuk memajukan desa tersebut.

Demikian disampaikan oleh Ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Untuk itu, mereka menyarankan agar dana desa itu digunakan untuk membuat produk unggulan berupa olahan hasil bumi. Kemudian produk itu dipasarkan dan untungnya digunakan membangun desa.

"Kami mengangkat isu membangun ekonomi domestik. Nah kenapa (dana desa) tidak gunakan ini untuk menggerakkan ekonomi domestik. Untuk menghindarkan dana desa ini digunakan secara tidak produktif, maka kami usulkan dari 74 ribu desa ini sekenario untuk menghasilkan satu desa satu prodak. Misal desa itu penghasil apel, maka buat olahan apel," kata Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo pada wartawan, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Selain membuat produk, dana desa itu juga bisa dijadikan investasi di perusahaan yang besar. Yakni membeli saham dari salah satu perusahaan besar. Nah, dari keuntungan ini juga bisa digunakan untuk membangun desa dari sisi ekonomi.

"Sehingga nanti ujungnya satu desa satu prodak. Nah prodaknya bukan berarti mereka menghasilkan prodak barang, tapi bisa saja dia bisa membuat sekolah desa yang bagus, untuk menanam saham. Di Cina itu ada satu desa yang punya saham di China airlines, dia tabung saham sehingga setiap tahun biasa itu menerima dividen," ujar dia.

Dia menyebut gagasan ini sebagai desa membangun, bukan membangun desa. Karena, desa itu sendiri yang melakukan pembangunan. "Kalau membangun desa itu dari atas (pemerintah) ke bawah (desa), kalau bisa membangun dari dana (desa) yang nilainya besar," ujar dia.

Guna mendukung gagasan ini, lanjut dia, maka peran ormas meluli warganya dapat melakukan proses advokasi teknis, managemen dan pemasaran. Ormas dengan kapasitas profesionalitas dapat menjadi kader pedesaan guna mendukung terwujudnya ekonomi domestik yang baik.

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebelumnya mengakui ada kelemahan dalam mengawasi penggunaan dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat. Hal itu dilihat dari banyaknya laporan masyarakat terhadap penggunaan dana desa. Sepanjang tahun 2016, Kemendes menerima 932 laporan dugaan pelanggaran penggunaan dana desa.

"Kalau tidak diantisipasi akan ada transmigrasi korupsi ke desa. Kami khawatir itu akan terjadi," kata Sekjen Kemendes Anwar Sanusi beberapa waktu lalu.

Untuk meningkatkan pengawasan desa, Kemendes mengandeng sejumlah elemen. Di antaranya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kejaksaan, kepolisian, dan masyarakat sipil.[jat]

Tags

 
Embed Widget

x