Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 Desember 2017 | 01:44 WIB

Pansus: KPK Jangan Jadi Koboi Cengeng

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 17 Juni 2017 | 08:01 WIB
Pansus: KPK Jangan Jadi Koboi Cengeng
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu mengatakan posisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu adalah pelaksana Undang-Undang.

Jadi tidak masalah jika ada Pansus yang lakukan penyelidikan terhadap kinerjanya. Apakah benar sudah sesuai peraturan perundang-undangan.

"KPK itu pelaksana UU. Sudah betul belum dia lakukan UU selama ini. Jadi sah-sah aja lakukan penyelidikan. Itu hak DPR diatur dalam UUD. Nyantai saja, kalau jujur kenapa takut kalau bersih kenapa risih. Angket itu hak penyelidikan kok bukan mo ngapa-ngapain," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (16/6/2017).

Masinton menyatakan Pansus itu sudah sesuai dengan Undang-Undang. Untuk itu KPK diminta tidak panik dan mengikuti proses penyelidikan yang nanti akan dijalankan oleh Pansus hak Angket ini.

"KPK gak perlu panik. KPK jangan merengek-rengek minta dukung sana dukung sini sampe mau ke Presiden segala. KPK jangan jadi koboi cengeng. Hadapi aja koboi cengeng kan punya pistol. Kalau udah benar, pasti tidak pansus tidak akan berbuat apa-apa. Masa orang benar disalah-salahkan? Tapi kalau belum bener, kita luruskan," jelasnya.

Diketahui Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah terbentuk. Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa terpilih sebagai Ketua. Sedangkan, posisi Wakil Ketua diisi oleh Risa Mariska dari PDI Perjuangan, Dossy Iskandar dari Hanura dan Taufiqulhadi dari Partai NasDem.

Belum ada agenda lain yang dibahas Pansus selain memanggil Miryam dan membuka posko pengaduan. Miryam dipanggil untuk mengklarifikasi isu bahwa dirinya ditekan oleh sejumlah anggota Komisi III DPR untuk mencabut berkas acara pemeriksaan (BAP) terkait e-KTP. [hpy]

Komentar

 
Embed Widget

x