Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 10:33 WIB

Bos PT Diratama jadi Tersangka Pengadaan Heli

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 16 Juni 2017 | 21:24 WIB
Bos PT Diratama jadi Tersangka Pengadaan Heli
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh (IKS) sebagai tersangka dalam pengadaan helikopter Augusta Westland (AW)-101 di lingkungan TNI AU.

Irfan dijadikan tersangka oleh KPK karena ditemukan dua alat bukti yang cukup soal tindak pidana korupsi dalam pengadaan heli tahun anggaran 2016.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan IKS sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Tindak pidana korupsi yang dilakukan Irfan, kata Basaria, yakni menguntungkan dirinya dan atau orang lain atau korporasi. Akibat perbuatannya itu, negara ditaksir merugikan negara hingga Rp224 miliar.

Tindak pidana itu bermula saat Irfan selaku Direktur PT Diratama Jaya Mandiri yang juga diduga sebagai penggendali PT Karya Cipta Gemilang mengikuti proses lelang di TNI AU dengan menyertakan kedua perusahaan tersebut.

Diduga sebelum proses lelang dilakukan tersangka Irfan sudah melakukan perjanjian kontrak dengan AW sebagai produsen helikopter dengan nilai kontrak Rp514 miliar.

"Dilakukan penunjukkan pengumuman yaitu PT DJM dan dilanjutkan dengan kontrak antara TNI AU, dengan nilai kontrak Rp738 miliar," kata Basaria.

Atas perbuatannya, Irfan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[jat]

 
x