Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 04:28 WIB

PDIP Minta Usut Oknum Jenderal di Kasus Novel

Oleh : Agus Irawan | Jumat, 16 Juni 2017 | 15:26 WIB
PDIP Minta Usut Oknum Jenderal di Kasus Novel
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu berharap Polri mengusut pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan atas dugaan petinggi Polri yang terlibat kasus penyiraman air keras ke wajah Novel.

Masinton meminta agar Mabes Polri mengirimkan kembali tim penyelidik Mabes Polri ke Singapura untuk mendalami keterangan Novel dan memanggil pihak pemberi informasi ke Novel.

" Langkah ini perlu dilakukan segera oleh Mabes Polri agar tudingan tersebut tidak berkembang menjadi opini pendiskreditan dan prasangka buruk terhadap institusi Kepolisian kita," kata Masinton kepada INILAHCOM, Jumat ( 16/6/2017).

Namun, sebaliknya jika pernyataan Novel Baswedan tidak didukung oleh petunjuk dan bukti yang kuat, "Oknum Jenderal yang dituduh dan atau Institusi Kepolisian bisa menempuh upaya hukum terhadap Novel," jelasnya.

Menurutnya pernyataan dan tudingan Novel yang disampaikan kepada media Internasional sangat disayangkan dan patut dipertanyakan.

"Kenapa informasi tersebut tidak terlebih dahulu disampaikan kepada pimpinan KPK sebagai institusi dia bekerja, atau kepada penyidik Kepolisian yang sedang bekerja menyelidiki kasus penyiraman terhadap dirinya," tegasnya.

Politisi PDIP ini menyebutkan bahwa Novel yang paham hukum, seharusnya tudingannya disampaikan kepada penegak hukum.

"Spekulasi jadi bermunculan saat ini, ada yang beranggapan jika tudingan Novel tersebut ditujukan dengan motif lain diluar hukum, semisal untuk mendapatkan simpati dan perhatian publik, atau bahkan ditujukan untuk merusak reputasi kepolisian RI di mata internasional. Sebab selama ini kinerja Kepolisian RI mendapat apresiasi baik oleh dunia internasional dalam penanganan terorisme," ungkapnya.

Disinilah perlunya Mabes Polri segera melakukan pemeriksaan terhadap Novel yg kini sedang dalam tahap penyembuhan di Singapura.

Bahkan pernyataan kontroversial seperti ini bukan yang pertama disampaikan oleh Novel. Sebelumnya pernyataan serampangan Novel disampaikannya dalam Persidangan Tipikor yang menuduh beberapa nama-nama anggota Komisi III DPR-RI menekan MSH dalam pencabutan BAP kasus e-KTP.

"Tuduhan serampangan Novel terhadap nama-nama Anggota Komisi III DPR-RI menjadi pemicu bergulirnya penggunaan Hak Angket terhadap KPK. Anggota DPR beranggapan bahwa tuduhan sepihak Novel sebagai puncak gunung es kerja serampangan oknum penyidik KPK yang selama ini dikemas rapi agar tidak diketahui publik," pungkasnya. [ton]

 
x