Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 10:36 WIB

Jamwas akan Periksa Parlin Purba yang Kena OTT KPK

Oleh : - | Jumat, 16 Juni 2017 | 02:02 WIB
Jamwas akan Periksa Parlin Purba yang Kena OTT KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung akan memeriksa Kasi Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba, tersangka dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu.

"Terkait adanya rencana pemeriksaan tersangka oleh Jamwas yang awalnya direncakan besok, dijadwalkan ulang pada Selasa 20 Juni. Nanti akan dilakukan pemeriksaan di sini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Lebih lanjut Febri menyatakan tim dari Kejaksaan Agung direncanakan datang pada Selasa (20/6) pagi untuk memeriksa Parlin Purba.

"Untuk pemeriksaan belum bisa dilaksanakan besok karena memang tim penyidik sedang berada di Bengkulu untuk melakukan kegiatan penyidikan sampai hari ini," kata Febri.

Sementara dalam penyidikan kasus itu, KPK pada Kamis memeriksa empat orang saksi untuk tersangka Parlin Purba (PP) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) BWS Sumatera VII Bengkulu Amin Anwari (AAN).

"Unsur saksi adalah PNS BWS Sumatera VII Provinsi Bengkulu. Penyidik ingin mendalami sejauh mana pengetahuan mitra kerja dari salah satu tersangka terkait dengan pemberian hadian atau janji terhadap Parlin Purba," kata Febri.

Menurut Febri, KPK mendalami lebih rinci sejauh mana pengetahuan dari tersangka Amin Anwari terkait pemberian dana atau indikasi suap tersebut sehingga kami dapat mengetahui indikasi keterlibatan pihak-pihak lain dalam konteks kasus itu.

Sebelumnya KPK menetapkan tiga orang tersangka tindak pidana korupsi suap terkait pengumpulan data atau bahan keterangan atas pelaksanaan proyek-proyek di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII di Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2015 dan 2016.

"KPK menggelar operasi tangkap tangan di Bengkulu pada Jumat dinihari sekitar pukul 01.00 WIB atas informasi dari masyarakat adanya dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait proyek-proyek di BWS VII Bengkulu," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/6) malam.

Lebih lanjut, Basaria menjelaskan bahwa tim KPK mengetahui adanya rencana penyerahan uang dari Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) BWS Sumatera VII Bengkulu Amin Anwari (AAN) dan Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto (MPSM) Murni Suhardi (MSU) kepada Kasi Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba (PP).

"Selain mengamankan ketiganya, tim juga mengamankan uang sejumlah Rp10 juta di lokasi. Uang itu dalam pecahan Rp100 ribu dan dimasukkan ke dalam amplop coklat," kata Basaria.[tar]

Tags

 
x