Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 15:06 WIB

Kata Ganjar Soal Survei di Pilgub Jateng

Oleh : - | Kamis, 15 Juni 2017 | 19:13 WIB
Kata Ganjar Soal Survei di Pilgub Jateng
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Semarang - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menanggapi santai hasil survei Populi Center yang mengunggulkan dirinya pada Pilgub Jateng 2018.

"Ya memang karena calonnya belum ada jadi orang masih menebak-nebak saja dari nama-nama yang familiar dan populer dan sudah pasti petahana menjadi tokoh paling populer ketika calon lain belum ditentukan," katanya saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Kamis (15/6/2017).

Ganjar mengungkapkan bahwa survei dengan hasil yang sama juga terjadi menjelang pelaksanaan Pilgub Jateng 2013.

"Sama saja saat 2013 lalu 'incumbent' pasti nomor satu, dan nama lain ya satu persen, dua persen, bahkan saya cuma empat persen waktu itu. Kalau nanti sudah ada calon pasti ada perubahan hasil," ujarnya.

Ganjar juga tidak terlalu gembira melihat capaian kepuasan publik terhadap dirinya karena menurutnya angka yang tercatat hingga 65 persen itu belum sesuai ekspektasinya.

Mantan anggota DPR RI itu menganggap dirinya belum terlalu berhasil dan masih memerlukan peningkatan kinerja di sejumlah sektor.

"Ya belum tinggi (skor kepuasan publik), masih perlu peningkatan untuk memenuhi ekspektasi publik," katanya.

Survei Populi Center juga mencantumkan beberapa sektor yang menjadi harapan publik kepada gubernur periode mendatang.

Harapan paling tinggi berturut-turut yakni pengendalian harga bahan pokok, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, akses pendidikan dasar, akses kesehatan, serta sarana transportasi.

Menurut Ganjar, harapan-harapan tersebut sebenarnya adalah kebutuhan dasar warga negara dan tentu saja tidak semuanya bisa dipenuhi oleh seorang gubernur saja karena sektor-sektor tersebut terbagi berdasarkan kewenangannya antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

"Tentu saja ekspektasi masyarakat tinggi, mereka berpikir gubernur bisa menyelesaikan ini semua, padahal kita bicara otonomi daerah dimana ada peran (pemerintah) kabupaten/kota dan peran pusat," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Ganjar, perlu koordinasi agar kewenangan tidak saling melampaui.

Sebelumnya, Populi Center merilis hasil survei menjelang Pilgub Jateng dengan beberapa nama yang muncul ke permukaan, tapi masih berada di bawah popularitas petahana, kata Ganjar Pranowo.

Survei yang dilakukan 15-23 Mei 2017 tersebut menyebut bahwa Ganjar Pranowo menempati posisi pertama untuk tingkat elektabilitas, popularitas, dan akseptabilitas.

Tingkat elektabilitas Ganjar sebesar 51,6 persen, jauh di atas nama-nama lainnya.

Adapun nama-nama lainnya adalah mantan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dengan tingkat elektabilitas 4 persen, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jateng Yusuf Khudori (2,9 persen).

Sementara itu, Bupati Kudus Musthofa yang telah dideklarasikan kader PDIP Kudus untuk bertarung pada Pilgub Jateng mendatang hanya mengantongi popularitas 1,5 persen.

Dari survei itu, Ganjar bahkan juga menyingkirkan ketenaran dua tokoh nasional yang sengaja turun gunung untuk berlaga pada Pilgub Jateng, yakni mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang hanya memperoleh elektabilitas 0,5 persen dan mantan Mendes PDT Marwan Jafar 0,3 persen.[tar]

Komentar

 
x