Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 10:39 WIB

BNPT: Doktrinasi Paham Radikalisme Masih Terjadi

Oleh : - | Kamis, 15 Juni 2017 | 19:11 WIB
BNPT: Doktrinasi Paham Radikalisme Masih Terjadi
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyebutkan, doktrinasi paham-paham radikalisme masih terus terjadi di sejumlah kalangan, termasuk kaum pemuda yang tidak memahami soal agama.

"Doktrinasi kepada kaum muda masih terjadi, terlebih bila pemuda itu tidak memahami agama dengan baik, maka akan mudah terpengaruh," kata Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Abdul Rahman Kadir, di DPP Partai NasDem, Jakart Pusat, Kamis.

Abdul Rahman mengatakan hal itu dalam diskusi yang digelar Bidang Agama DPP Garda Pemuda NasDem yang bertema "Meneguhkan Komitmen Pemuda Dalam Mengawal Pancasila, Tolak Ideologi Radikalisme Pemecah Belah Bangsa".

Menurut dia, orang yang terkena paham radikalisme tidak memiliki rasa takut, bahkan apa yang dilakukannya itu merupakan tindakan yang paling benar, meski orang akan menjadi korban perbuatannya itu.

Doktrinasi yang dilakukan oleh kelompok radikal sudah mengalami kemajuan. Dulu, doktrinasi dilakukan dengan cara tatap muka, namun saat ini doktrinasi bisa dilakukan secara online.

"Sekarang doktrinasi lebih modern, tak perlu bertatap muka secara langsung. Mereka bisa melakukan doktrinasi dengan cara online. Ini berdasarkan pernyataan dari pelaku bom panci yang tertangkap di Bekasi beberapa waktu lalu," kata Abdul Rahman.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar masyarakat, khususnya orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan kepada anaknya dalam penggunaan internet karena dalam kemajuan teknologi saat ini kelompok radikal tak henti-hentinya melakukan doktrinasi dan melakukan propaganda.

BNPT, tambah dia, telah berupaya melakukan penangkalan dan membentengi masyarakat dari paham radikalisme, melakukan deradikalisasi pembinaan kepada narapidana terorisme yang tersebar di beberapa lapas, serta melakukan pembinaan kepada mantan narapidana pelaku teror, baik keluarganya maupun jaringannya.

"Para mantan napi ini akan terus kita bina agar mereka tidak kembali lagi kepada kelompoknya yang terdahulu," tuturnya.

Di tempat yang sama, Sekjen Garda Pemuda NasDem Mohammad Khairul Amri, mengatakan, kaum pemuda memiliki kewajiban dalam menangkal paham radikalisme yang tersebar di masyarakat.

"Acara diskusi ini merupakan bagian kecil yang dilakukan Garda Pemuda NasDem untuk memberikan pemahaman kepada OKP dan organisasi kepemudaan lainnya bahwa paham radikalisme sudah terjadi dimana-mana," tutur Amri.

Ia menilai pemerintah lamban dalam menangkal paham radikalisme ini, sehingga masih terjadi teror dimana-mana.

Sementara itu, Ketua Bidang Agama DPP Garda Pemuda NasDem, Chepy Apriyanto, mengatakan, Garda Pemuda NasDem berkomitmen mengawal semua elemen bangsa untuk sama-sama menjaga nilai-nilai Pancasila.

"Pemerntah tak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan elemen bangs. Pemuda sudah menjadi target radikalisme, khususnya pemuda yang memiliki masalah ekonomi dan putus asa. Peran Garda Pemuda NasDem agar pemuda tak terjerumus dengan hal-hal seperti itu," katanya. [rok]

 
x