Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 00:22 WIB

Tolak Sekolah 5 Hari, Para Santri Turun ke Jalan

Oleh : - | Rabu, 14 Juni 2017 | 16:23 WIB
Tolak Sekolah 5 Hari, Para Santri Turun ke Jalan
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Pasuruan - Rencana pemerintah untuk menerapkan program Sekolah Lima Hari, mendapat penolakan dari ribuan santri dan guru madrasah di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Bahkan, sebagai salah satu bentuk penolakan mereka pun beramai-ramai datang dan menduduki kantor DPRD Kabupaten Pasuruan.

Mereka menyampaikan penolakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI No 23 Tahun 2017 tentang lima hari sekolah.

"Kami minta Presiden Jokowi turun tangan untuk menyelesaikan polemik Permendikbud ini. Kami minta segera dicabut karena mengancam madrasah diniyah (Madin) dan pondok pesantren," ujar Ketua PC LP Ma'arif Kabupaten Pasuruan, KH Mujib Imron dalam orasinya, Rabu (14/6/2017).

Pria yang akrab disapa Gus Mujib ini juga mengatakan, apabila nanti jadi diterapkan lima hari sekolah. Dikhawatirkan akan merampas hak masyarakat untuk berperan aktif dalam mensukseskan pendidikan.

"Pendidikan agama di sekolah formal belum menunjukkan hasil yang efektif. Sehingga sangat diperlukan pendidikan keagamaan yang berbentuk Madin dan Pondok Pesantren. Nah, kalau program ini jadi diterapkan akan berpotensi mematikan eksistensi Pendidikan Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren," terangnya.

Seusai melakukan aksinya, ribuan santri dan guru madrasah di Kabupaten Pasuruan ini, langsung pulang ke rumahnya masing-masing dengan tertib. Sebelumnya, mereka mengawali aksinya dengan membaca istighotsah bersama di halaman Kantor DPRD setempat.[beritajatim]

 
x