Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 18:13 WIB

Pansus Hak Angket KPK

Sebagian Fraksi Tolak Angket, DPR Tak Lemahkan KPK

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 13 Juni 2017 | 08:05 WIB
Sebagian Fraksi Tolak Angket, DPR Tak Lemahkan KPK
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Pusat Laboratorium Politik Indonesia, Mohammad Hailuki mengatakan terbentuknya Pansus Hak Angket KPK bukan untuk melemahkan lembaga tersebut dalam memberantas korupsi di Indonesia. Karena menurut dia, tidak semua fraksi mengirim anggotanya kedalam pansus.

Fraksi yang mengirimkan nama anggotanya kedalam pansus angket KPK yaitu Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Hanura, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi PPP, Fraksi PAN dan Fraksi Partai Gerindra. Sedangkan, fraksi yang belum mengirim atau menolak yaitu Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PKS dan Fraksi PKB.

Menurut dia, pansus memiliki kewenangan yang lebih besar dalam melakukan penyidikan dan menyatakan pendapat. Sehingga, sejumlah fraksi di DPR seperti Fraksi Demokrat, Fraksi PKB dan Fraksi PKS mengambil sikap menolak terlibat dalam pansus angket KPK.

"Hal ini menunjukkan bahwa parlemen tidak satu suara sehingga tidak bisa digeneralisir DPR bermufakat untuk melemahkan KPK," kata Hailuki kepada INILAHCOM, Senin (12/6/2017).

Ia menjelaskan pembentukan pansus angket tentu secara legal formal tidak melanggar Undang-undang, karena parlemen memang memiliki hak konstitusional dalam melakukan pengawasan terhadap semua lembaga.

"Khususnya lembaga-lembaga yang mendapatkan alokasi APBN yang diputuskan oleh DPR melalui hak anggaran yang dimilikinya," ujarnya.

Namun, kata Hailuki, pembentukan pansus angket KPK ini ditengah penyidikan dugaan korupsi proyek e-KTP terhadap sejumlah politisi anggota dan mantan anggota DPR sehingga menimbulkan aroma politis yang sulit dihindari.

"Maka menimbulkan anggapan DPR sedang berupaya melemahkan KPK, sehingga publik pun bertanya apakah harus dengan cara membentuk pansus?," tandasnya.

Untuk diketahui, anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa terpilih sebagai Ketua Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan, posisi Wakil Ketua diisi oleh Risa Mariska dari PDI Perjuangan, Dossy Iskandar dari Hanura dan Taufiqulhadi dari Partai NasDem.[ris]

 
x