Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 20:04 WIB

Hak Angket KPK

Keputusan Pansus KPK Harus Dijalani Pemerintah

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 13 Juni 2017 | 04:03 WIB
Keputusan Pansus KPK Harus Dijalani Pemerintah
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Pusat Laboratorium Politik Indonesia, Mohammad Hailuki mengatakan apapun hasil rekomendasi pansus angket KPK yang saat ini baru mulai berjalan bekerja proses penyelidikannya itu harus dijalani dan dipatuhi oleh pemerintah.

"Apapun keputusan pansus angket KPK pada akhirnya tetap harus dijalankan oleh pemerintah yang notabene didalamnya juga dijalankan oleh koalisi partai politik pengusul pansus angket," kata Hailuki kepada INILAHCOM, Senin (12/6/2017).

Sehingga, kata Hailuki, semua kembali bermuara kepada elit PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Gerindra, PAN dan PPP mau seperti apa ending dari semua ini.

"Kita berpesan dengarkan sanubari rakyat," ujarnya.

Karena menurut dia, terlepas dari kinerjanya bahwa KPK masih mendapat kepercayaan publik yang besar. Sehingga, sudah semestinya partai-partai politik yang memiliki fraksi di DPR menangkap aspirasi rakyat tersebut bukan malah mengabaikannya.

"Apabila parpol mengabaikan suara publik akan berakibat kepada lacking of public trust terhadap sistem politik kita," jelas dia.

Ia menilai jika itu terjadi, maka dapat berdampak kepada gagalnya konsolidasi demokrasi di Republik Indonesia. Karena, demokrasi yang sehat mensyaratkan adanya komitmen politik yang kuat dalam penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi.

"Komitmen terutama dari partai politik khususnya partai-partai berkuasa (rooling party) yang ironisnya mereka justru saat ini menjadi motor utama pansus angket KPK," tandasnya.

Untuk diketahui, anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa terpilih sebagai Ketua Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan, posisi Wakil Ketua diisi oleh Risa Mariska dari PDI Perjuangan, Dossy Iskandar dari Hanura dan Taufiqulhadi dari Partai NasDem.[ris]

Komentar

 
Embed Widget

x