Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 20:47 WIB

HT Akui Kerap Ganti HP Usai Diperiksa Penyidik

Oleh : Willi Nafie | Senin, 12 Juni 2017 | 14:15 WIB
HT Akui Kerap Ganti HP Usai Diperiksa Penyidik
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT), mengaku kerap mengganti telepon seluler bahkan dua kali dalam setahun dengan berbagai alasan.

Hal ini disampaikan HT saat menerangkan dugaan kasus pesan pengiriman pesan singkat bernada ancaman darinya kepada kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto tahun 2016 silam.

"Kemudian HP (handphone) saya juga sudah tidak ada, saya ganti HP juga satu tahun bisa dua kali. Saya rasa orang lain juga begitu, karena pemakaian yang intensif," kata HT, Senin (12/6/2017).

Di samping itu, HT pun mempertanyakan keberadaan barang bukti telepon seluler yang digunakan Yulianto untuk melaporkannya ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Tipidsiber) Bareskrim Polri. Terkait, kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman olehnya kepada Yulianto.

"Saya garis bawahi selama saya diperiksa satu tahun, saya belum pernah melihat barang bukti HP dari pada saudara Yulianto. Bisa saja dia tidak pernah menyerahkan hpnya dan seharusnya dia mau menyerahkan HP dan isi sms sebagai barang bukti," tuturnya.

HT telah menjalani proses pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Tipidsiber) Bareskrim Polri. Terkait, kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman kepada Yulianto tahun 2016 silam.

Berawal dari Yulianto dikirimi dua pesan singkat dari orang tak dikenal. Pertama berbunyi : "Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan"

Kedua, masih kata yang sama namun dibawahnya ditambahi kata: "Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju".

Kemudian Yulianto melakukan pengecekan dan meyakini pesan itu dikirim oleh Hary Tanoesoedibjo dan sehingga dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).[jat]

 
x