Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 11:44 WIB

OTT BPN Surabaya, Satu Orang Ditetapkan Tersangka

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 11 Juni 2017 | 22:23 WIB
OTT BPN Surabaya, Satu Orang Ditetapkan Tersangka
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan Tim Saber pungli berhasil melakukan OTT di Badan Pertanahan Negara (BPN) II Surabaya dan mengamankan lima orang pegawai.

Hasil pemeriksaan lima pegawai pada bidang seksi pengukuran tanah, Jumat (9/6/2017) Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, telah menetapkan satu orang tersangka.

"Dari ke lima, satu pegawai berinisial CN telah kami tetapkan sebagai tersangka," katanya di Surabaya, Minggu (11/6/2017).

Kelimanya terdiri dari CN (48) bagian staf seksi pengukuran, S (56) Kasubsi Tematik dan Potensi Tanah, AP (38) staf seksi pengukuran, dua pegawai harian lepas (PHL) BPN yakni BS (33) dan ANR (21).

Penetapan tersangka pada wanita yang selaku staf seksi pengukuran di BPN II Surabaya, tim saber saat OTT di kantornya mendapatkan uang Rp 8 juta di laci meja kerja Chalidah.

"Uang itu merupakan hasil dari pungli terhadap pemohon ukur tanah," tambah Shinto.

Mantan Kasat Reskrim Polres Tanggerang ini menambahkan, dalam kegiatan pungli, Chalidah mempunyai peran sendiri yakni bertugas sebagai mengatur dana masuk dari pemohon pengukuran tanah.

"Jadi pengatur dana masuk, nanti akhir bulan dana dari pungli dibagi ke pada lima pegawai yang diamankan," tutur Kabagbinopsnal Ditreskrimsus Polda Jatim.

Meskipun demikian, pihak kepolisian juga belum bisa menyebutkan total nilai dana untuk pengukuran tanah, sebab Chalidah masih akan dilakukan pemeriksaan secara intensif. Tetapi dari hasil OTT, dimungkinkan hasil kegiatan pungli nilainya bisa lebih.

Dari barang bukti tabungan yang diamankan menunjukan, aliran dana masuk ke buku nilai beragam. Ada yang Rp 16 juta ada yang Rp 10 juta. Serta ada dana keluar Rp 2 juta dana Rp 3 juta.

"Fluktuasi aliran dana di buku rekening akan kami terus dipelajari, dengan tujuan untuk mengetahui total nilai selama lakukan pungli dan ke siapa dana mengalir," lanjut perwira dua melati di pundaknya.

Namun dari keterangan lima pegawai bidang seksi pengukuran tanah, besarnya nilai uang yang masuk ke buku tabungan ini tidak hanya nilai harga untuk ukur permeter tanah, tetapi besaran tarif sesuai dengan luasan tanah.

Guna menampung dana dari pemohon pengukuran tanah yang ingin mendapat layanan lebih cepat. Maka dibuatkan buku tabungan bank jatim dengan atas nama Bayu Sasmito, pegawai harian lepas (PHL) BPN.

"Buku tabungan dibuka sejak 18 November 2015," tandasnya. [beritajatim]

Komentar

 
x