Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 21:11 WIB

UKP Pancasila Gagas Indeks Pancasilais Kementerian

Oleh : Ray Muhammad | Jumat, 9 Juni 2017 | 17:42 WIB
UKP Pancasila Gagas Indeks Pancasilais Kementerian
Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Yudi Latif - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), Yudi Latif mengungkapkan tiga nama jabatan deputi organisasinya disampaikan kepada Seskab Pramono Anung hari ini, Jumat (9/6/2017).

Adapun ketiga nama jabatan kedeputian itu antara lain Deputi Pengkajian dan Materi, Deputi Advokasi serta Deputi Pengendalian dan Evaluasi.

Yudi menjelaskan, tugas Deputi Pengkajian dan Materi nantinya akan membuat semacam pemetaan tentang pembinaan ideologi Pancasila.

"Kemudian penyiapan bahan ajar Pancasila untuk di sekolah-sekolah, kemudian juga menyediakan semacam modul untuk sosialisasi di kelembagaan dan kementerian," imbuh Yudi di kantor Kemensetkab, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).

Untuk Deputi Advokasi, kata Yudi, memiliki tugas utama melakukan advokasi untuk pelaksanaan program-program sosialisasi Pancasila di berbagai kementerian dan masyarakat.

"Misalnya seperti produksi konten digital, semacam itu," ucapnya.

Sementara itu, Deputi Pengendalian dan Evaluasi bertugas melakukan pengukuran terhadap program-program di kementerian/lembaga sejalan atau tidak dengan Pancasila.

"Nanti juga membuat indeks seberapa Pancasilais kota-kota di Indonesia. Kan, dulu ada indeks seberapa Islam di kota-kota, nanti dibikin indeks serupa. Jadi jangan hanya mengukur kerja warga, tetapi juga kinerja pemerintah, apakah menjalankan Pancasila atau tidak. Jadi ada tolak ukur, indikator," paparnya.

Saat ditanya soal nama-nama pejabat yang akan mengisi ketiga jabatan tersebut, Yudi belum mau menjelaskannya.

"Belum bisa dijelaskan. Belum sampai sana. Yang pasti (para pejabat kedeputian UKP PIP) mengombinasikan antara keahlian dan representasi keberagaaman Indonesia. Representasi golongan, tapi profesional," pungkasnya. [ton]

 
x