Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 03:15 WIB

Ini Cara Polres Jember Cegah Persekusi

Oleh : - | Kamis, 8 Juni 2017 | 23:26 WIB
Ini Cara Polres Jember Cegah Persekusi
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Jember - Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menyarankan agar setiap pihak yang tersinggung dengan pernyataan di media sosial tidak terburu-buru melakukan persekusi.

Kusworo menyarankan agar masalah itu diselesaikan melalui jalur somasi dan mediasi. Jika ternyata proses itu tak berhasil, maka pihak yang merasa dirugikan bisa menempuh jalur hukum. "Laporkan polisi dan awasi prosesnya hingga pengadilan," katanya, Kamis (8/6/2017).

Kusworo menyerukan kepada semua pihak agar bisa mengendalikan diri namun bersikap tegas. "Kita harus cerdas secara intelektual, spiritual, dan emosional," katanya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

Kusworo mengingatkan persekusi muncul dengan menggunakan isu suku, agama, ras, atau pandangan politik. Dan dipicu faktor seperti berita bohong dan ujaran kebencian di media sosial. "Lalu pembaca tepengaruh dengan berita tersebut," katanya.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember Nurul Ghufron mengatakan, ada beberapa tahapan dalam pola persekusi, yakni mengidentifikasi, menganalisa dengan dalil-dalil agama, etnis, dan sejenisnya. Kemudian membagikan informasi untuk mencari dukungan, melacak identitas orang-orang yang menghina, dan terakhir menginstruksikan perburuan target yang sudah diketahui identitasnya.

Undang-Undang KUHP dan Undang-Undang tentang HAM bisa diterapkan untuk melawan persekusi. "Sementara postingan di media sosial yang memicu terjadinya persekusi bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Ghufron. [beritajatim]

Komentar

 
x