Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 11:16 WIB

Yudi Latief Akan Tradisikan Bulan Pancasila

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 7 Juni 2017 | 11:25 WIB
Yudi Latief Akan Tradisikan Bulan Pancasila
Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Yudi Latief - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Yudi Latief mengungkapkan antusiasmenya usai dirinya ditunjuk memimpin organisasi tersebut.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 31/M/2017 tentang Pengangkatan Pengarah dan Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudi menjadi kepala strukturalnya.

"Saya kira diluncurkannya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila merupakan momentum untuk merekatkan tenunan kebangsaan karena pancasila alat persatuan. Dengan Pancasila bukan merobek persatuan tapi, malah ingin merekatkan kembali simpul-simpul yang longgar," tutur Yudi di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Ia mengibaratkan Pancasila sebagai pengikat kesatuan bangsa sebagai kuatnya sapu lidi yang berada di dalam ikatan.

"Ibarat sapu lidi kalau tidak diikat akan berserak. Sapu lidi akan kuat bila dijadikan satu ikatan yang kuat. Ikatan yang kuat itu Pancasila," ucapnya.

Lebih jauh, ia mengaku mengamati suka cita rakyat Indonesia yang merayakan Pekan Pancasila pada sejak awal bulan ini.

Melihat kegairahan Pekan Pancasila yang begitu besar, Yudi menegaskan bahwa hal tersebut harus selalu dijadikan tradisi bangsa.

"Menurut saya, kegairahan ini momentumnya harus diteruskan karena seperti kepres peringatan hari lahirnya Pancasila itu satu tarikan nafas mulai lahir 1 Juni sampai rumusan final akil baliknya sampai 18 Agustus. Momen pekan Pancasila ini bisa kita teruskan menjadi bulan Pancasila," ungkapnya.

Dengan digagasnya bulan Pancasila, diharapkan mampu menjadi momen penyebaran kebajikan ideologi kebangsaan di Tanah Air.

"Dalam bulan pancasila ini harus menjadi momen kebajikan. Artinya, tidak hanya seremoni tapi momen setiap orang, setiap pihak mengamalkan Pancasila dalam laku hidup," ungkapnya.

Melalui bulan Pancasila diharapkan olehnya menjadi momentum para aktivis dari berbagai latar belakang agama untuk bersilaturahmi.

"Pengusaha besar akan bertemu dengan kecil saling berbagi pikiran, saling berbagi apa yang bisa dilakukan bersama. Sehingga masalah-masalah kesenjangan sosial, ada good will dari pengusaha besar untuk bisa berbagi bagaimana proyek-proyek yang bisa berbagi yang lain, banyak yang bisa kita lakukan," tandasnya. [rok]

Tags

Komentar

 
x