Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 14:23 WIB

Ada 'Aktor Politik' Dibalik Kampanye Hitam Lukas

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 5 Juni 2017 | 14:31 WIB
Ada 'Aktor Politik' Dibalik Kampanye Hitam Lukas
Poltisi Partai Demokrat asal Papua Willem Wandik - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Poltisi Partai Demokrat asal Papua Willem Wandik angkat bicara perihal adanya kampanye hitam dan pengiringan opini terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe atas penetapan tersangka Michael Kambuaya Kepala Dinas PU Provinsi Papua oleh KPK.

Anggota Komisi V DPR RI asal dapil Papua ini meyakini bahwa Lukas Enembe yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Papua tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pembangunan ruas jalan Kemiri-Depapre, Jayapura.

Willem percaya KPK dapat berkerja dengan sesuai fakta yang terjadi dan dan bukan pengiringan opini. "Biarkan KPK berkerja, dan di yakini KPK bisa membuktikan dengan fakta-fakta yang ada. Saya menilai apa yang terjadi saat ini adalah upaya untuk menyudutkan Pak Lukas atau bagian dari sebuah Black Campaign atau kampanye hitam," tegas Willem, Senin (5/6/2017).

Terlebih, kata dia, jelang Pilkada 2018 diyakini serangan politik akan menermpa Gubernur inmcumbet. Sebab berdasarkan hasil survei beberapa lembaga survei, elektabilitas Lukas masih berada diposisi teratas.

"Jadi tidak perlu ditanggapi, apalagi menyeret-nyeret kasus yang tengah ditangani KPK. Yang jelas dalam pengiringan isu adanya aktor politik yang memanfaatkan situasi penetapan tersangka dan penanganan kasus yang tengah diselediki KPK. Karena sejauh ini, tidak ada pernyataan resmi dari KPK, yang menyebutkan Gubernur terindikasi terlibat. Karena berdasarkan struktur kewenangan, terdapat organisasi ULP yang berurusan langsung dengan pengadaan barang/jasa di Pemda Provinsi Papua," ungkapnya.

Kendati Lukas Enmbe tengah digoyang, namun hal tersebut tidak menganggu kinerja pemerintahan yang dipimpinnya.

"Kinerja Papua tetap berjalan dengan baik, bagkan rakyat Papua juga merasakan apa yang dilakukan Lukas. Bahkan di era gubernur Luka Enembe. BPK sendiri memberikan apresiasi dengan peringkat WTP," katanya.

Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe menyebutkan unjuk rasa yang dilakukan sekelompok orang di depan kantor KPK di Jakarta beberapa waktu lalu, yang meminta dirinya harus ditangkap KPK terkait kasus korups adalah bagian kampanye dan pengiringan isu.

Sehingga menurutnya cara-cara itu adanya upaya yang ingin menjatuhkan dirinya. "Saya Gubernur incumbent, sehingga wajar ada serangan politik dan manfaatkan situasi. Tapi dengan tegas saya katakana saya percaya KPK dapat berkerja dengan baik," jelas Lukas.[jat]

Komentar

 
x