Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 10:41 WIB

Cendekiawan Hindu: Pancasila Bukan Mitos

Oleh : - | Sabtu, 3 Juni 2017 | 23:11 WIB
Cendekiawan Hindu: Pancasila Bukan Mitos
Ketua Bidang Luar Negeri Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Hermien Y Kleden bersama Presidium Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Priyo Budi Santoso, Sekretaris Dewan Rohaniwan Matakin Budi Tanuwibowo, Sekjen DPP Persekutuan Intelijensia Kristen. - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebagai dasar negara, Pancasila bukanlah merupakan mitos maupun suatu idiologi yang memiliki kebenaran mutlak. Karena itu Pancasila harus menjadi selalu dijadikan sebagai obyek diskusi dan menjadi wacana publik.

"Dengan menjadi wacana publik, maka masyarakat perlu dan dapat terlibat dalam proses interpretasi dan re-interpretasinya," tegas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia (DPP ICHI) Tri Handoko Seto, Phd dalam diskusi panel bertajuk "Peran Cendikiawan Dalam Dinamika Kebangsaan" yang digelar dalam rangka Rapat Kerja Nasional ICHI, di Jakarta, Sabtu (3/6/2017).

Turut hadir serta berbicara dalam diskusi panel itu antara lain, Sekretaris Dewan Rohaniwan Konghucu Ws Budi Santoso Tanuwibowo yang mewakili Matakin, Presidium Luar Negeri Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Hermien Kleden, dan para fungsionaris Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Ikatan Sarjana NU (ISNU), Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), dan Keluarga Cendikiawan Budha Indonesia (KCBI).

Menurut Tri Handoko, dalam situasi politik kebangsaan yang diwarnai oleh munculnya penolakan pihak tertentu terhadap Pancasila sebagai dasar negara, maka ICHI menilai pentingnya peran para cendikiawan lintas agama untuk bersama-sama saling bahu membahu membela dan mempertegas nilai-nilai Pancasila sebagai idiologi bangsa.

"Bagi kami, Hindu, sudah tegas bahwa selain berkewajiban menjalankan Dharma Agama yaitu menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknya, maka umat Hindu juga wajib menjalankan Dharma Negara yaitu menjalankan dan menjaga konstitusi dan dasar Negara yang telah disepakati bersama," tegas Tri Handoko.

Dalam kaitan itu, ICHI menegaskan bahwa, Pancasila adalah salah satu pencapaian peradaban yang secara luar biasa berhasil digali, disusun dan diterjemahkan oleh para founding fathers bangsa Indonesia, dengan tujuan untuk mempersatukan seluruh bangsa Indonesia. "Pancasila tentu tidak hadir begitu saja, baik hanya sebagai sebuah konsep maupun sebagai kesepakatan politik. Pancasila sudah ada dan hidup dalam nilai-nilai masyarakat Indonesia, yang kemudian disarikan dan disusun bersamaan dengan terbentuknya entitas bernama Indonesia," ujar Tri Handoko.

Dalam forum yang sama, Sekjen ICHI Budiasa Sepang menambahkan, nilai-nilai luhur bangsa ini, dalam waktu yang sangat panjang telah teruji mampu membimbing, mencerahkan dan pada akhirnya mengilhami lahirnya Bangsa Indonesia. Dengan demikian dapat dikatakan, dalam tubuh Bangsa Indonesia terdapat gen murni bernama Pancasila.

"Karena itulah, maka ICHI mendorong revitalisasi dan membumikan Pancasila, yang secara mendasar harus dimulai dari langkah-langkah untuk menjadikannya sebagai nilai yang dipahami dan diyakini oleh seluruh masyarakat Indonesia, agar Pancasila kemudian menjadi landasan dalam setiap ucapan maupun perbuatan," tegas Budiasa.

Mengingat kompleksnya tugas membumikan dan merevitalisasi nilai-nilai Pancasila, sambung Tri Handoko, maka ICHI mendukung penuh pembentukan Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP PIP). Karena pembentukan lembaga yang khusus bertanggungjawab atas pelaksanaan program "membumikan Pancasila" menjadi sebuah keniscayaan. Lembaga ini harus memiliki legitimasi di tingkat nasional untuk mengkaji dan menyusun program-program untuk mengembangkan Pancasila sebagai ideologi Negara. [*]

 
x