Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 07:08 WIB

RUU Pemilu

Perludem: Penambahan Kursi DPR Tidak Tepat

Oleh : Willi Nafie | Sabtu, 3 Juni 2017 | 16:08 WIB
Perludem: Penambahan Kursi DPR Tidak Tepat
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadhil Ramadhani - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadhil Ramadhani menilai penambahan 15 kursi Anggota DPR 2019 mendatang tidak tepat. Sebab menurut dia, dapat memantik usulan penambahan kursi dalam setiap proses pemilu.

"Nanti Pemilu berikutnya misalnya kalau ada daerah baru mekar bararti ditambah kursi lagi," kata Fadhil di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).

Di samping itu, Fadhil menilai Pansus Rancangan Undang-Undang Pemilu tidak konsisten dalam kesepakatan penambahan kursi anggota DPR. Mengingat pendistribusian kursinya tidak merata.

"Dikatakan daerah Jawa nggak boleh diotak-atik (tidak ada penambahan kursi), itu berarti nggak konsiten juga, kalau merata ya mesti ditata, Jabar harusnya ditambah," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Pansus RUU Pemilu, Muhammad Lukman Edy mengatakan pemerintah telah menyepakati penambahan 15 kursi DPR saat rapat bersama Kementerian Dalam Negeri, Selasa (30/5/2017) lalu.

15 kursi itu bakal didistribusikan ke pulau Sumatra, Sulawesi, Papua dan Kalimantan. Sedangkan Pulau Jawa tidak mendapat penambahan kursi, lantaran telah mencapai 60 persen.

"Jadi Pulau Jawa lebih banyak anggota DPR nya. Sehingga kemudian ada kesepakatan untuk tidak ditambah. Artinya, kan 15 itu didistribusikan di luar Pulau Jawa," terangnya.[ris]

Tags

 
x