Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 10:39 WIB

"Teroris Belajar Agama Secara Instan"

Oleh : Agus Irawan | Sabtu, 3 Juni 2017 | 14:02 WIB
Mantan terpidana terorisme, Sofyan Tsauri - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan terpidana terorisme, Sofyan Tsauri mengatakan masih munculnya radikal di Indonesia, karena adanya keinginan belajar agama secara cepat dan instan tanpa harus melalui proses yang lama.

"Fenomena kesalahan, karena ingin belajar agama secara instan, perbedaannya kajian-kajian tematik yang sering dipakai masyarakat yang suka dengan jawaban-jawaban yang cepat, " kata Sofyan di Diskusi Warung Daun, Jalan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/6/2017).

Dia menjelaskan, pembelajaran yang dilakukan masyarakat sekarang berbeda dengan warga Nahdlatul Ulama (NU), karena NU melakukan pembelajaran dengan banyak sumber ilmu. Tapi kondisi ini malah tidak disukai masyarakat kota yang saat ini mau belajar dengan hasil cepat .

"Jadi berbeda dengan NU, kalau NU selalu memberikan berbagai wawasan dan kita disuruh memilih jawaban dari pertanyaan lebih mau yang mana," ungkapnya.

Karena itu, dia mengungkapkan, ideologi teroris dimanapun pasti selalu menggunakan metode belajar secara instan. Apabila hal tersebut dibiarkan, maka dapat menjadi cikal bakal terbentuknya ideologi radikal yang dilakukan teroris.

" Ideologi-ideologi yang dianut teroris lebih kepada tegas dan instan. Para mentor tersebut di assasement ulang sebab ini bakal menjadi cikal bakal terjadinya pemahaman radikal. Karena teroris itu komunitas, mereka saling mendukung dan ada juga yang mau sadar tapi takut disebut kafir," ungkapnya.[jat]

Tags

 
x