Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 20:31 WIB

Ayin Beberkan Korupsi Sjamsul ke Penyidik

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 31 Mei 2017 | 16:22 WIB
Ayin Beberkan Korupsi Sjamsul ke Penyidik
Artalyta Suryani alias Ayin - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha sekaligus mantan narapidana Artalyta Suryani alias Ayin mengaku sudah membeberkan semua yang diketahuinya terkait dengan tindak pidana korupsi pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) Bank Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada BDNI milik Sjamsul Nursalim.

Kedati demikian, Ayin enggan memberikan keterangan pada awak media terkait materi pemeriksaan yang ditanyakan penyidik pada dirinya. Dia meminta awak media bertanya pada pihak KPK.

"Sudah saya jelaskan ke penyidik," kata Ayin usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Selebihnya Ayin menolak berkomentar apa pun. Dengan penjagaan yang super ketat, Ayin perlahan berjalan meninggalkan KPK. Akhirnya Ayin dapat keluar dari kerumunan awak media dan masuk ke dalam mobilnya untuk meninggalkan KPK.

Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Ayin merupakan istri dari Surya Dharma (almarhum), salah satu bos PT Gajah Tunggal Tbk. Perusahaan produsen ban itu dikendalikan oleh Sjamsul Nursalim. Ayin sudah lama mengenal Sjamsul Nursalim saat tinggal di Lampung.

Sjamsul Nursalim pun sempat meminta Surya Dharma dan Ayin untuk mengurus tambak Dipasena atau PT Dipasena Citra Darmaja. Dipasena merupakan tambak udang terbesar di Asia Tenggara ketika itu. Dipasena juga merupakan milik Sjamsul Nursalim.

Kuasa hukum Sjamsul Nursalim, Maqdir Ismail membenarkan soal relasi antara kliennya dengan Ayin dan suaminya. Menurut Maqdir, suami Ayin, Surya Dharma merupakan seorang kontraktor yang membantu Dipasena, milik Sjamsul Nursalim di Lampung.

KPK juga sudah menggagendakan pemeriksaan terhadap Sjamsul dan Istrinya Itjih Nursalim, namun keduanya mangkir. Mereka berdua kini menetap di Singapura sejak beberapa tahun lalu. KPK pun bakal memanggil kembali mereka berdua.

Dalam pengusutan kasus dugaan korupsi penerbitan SKL kepada Sjamsul Nursalim ini, KPK baru menetapkan mantan Kepala BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung sebagai tersangka. Syafruddin diduga merugikan keuangan negara hingga Rp3,7 triliun.

Tindakan Syafruddin menerbitkan SKL ke Sjamsul Nursalim dinilai melanggar hukum. Pasalnya, dari tagihan Sjamsul Nursalim sebesar Rp4,8 triliun ke BPPN, bos PT Gajah Tunggal Tbk itu baru membayarnya Rp1,1 triliun lewat tagihan utang petani tambak di Dipasena.[jat]

Tags

 
Embed Widget

x