Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:41 WIB

Jabatan OSO Sebagai Ketum Hanura Digugat

Oleh : Willi Nafie | Rabu, 31 Mei 2017 | 14:12 WIB
Jabatan OSO Sebagai Ketum Hanura Digugat
Oesman Sapta Odang (OSO) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kursi Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai Hanura kembali digoyang dalam Sidang gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN ) yang menggugat hasil Munaslub Hanura 21 Desember 2016 lalu.

"Sudah masuk kepersidangan yang ke 11 cuma tadi baru kita penuhi untuk memperlihatkan kepada majelis hakim bukti-bukti aslinya. Jadi baru sebatas pemeriksaan," kata Ridwan NR, kuasa hukum Oktasari Sabil, selaku penggugat jabatan OSO, lewat siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (31/5/2017).

Menurut dia, bukti pihak tergugat dalam hal ini Kemenkumham dan Partai Hanura dalam persidangan kali ini berusaha membuktikan bahwa prosedur dan pelaksanaan Munaslub itu sudah sesuai seperti yang seharusnya dalam mekanisme partai.

"Tetapi sebaliknya kita juga membuktikan bahwa faktanya, Oesman Sapta itu baru sebulan menjadi anggota Partai Hanura, itupun berdasarkan pengakuan yang bersangkutan diberbagai media. Baru satu bulan masuk kader Hanura, kemudian mencalonkan menjadi Ketua Umum," tuturnya.

Lebih lanjut, Ridwan menerangkan, dari bukti-bukti yang di perhatikan dalam persidangan, Ridwan sangat optimis, bisa membuktikan bahwa kepengurusan Partai Hanura periode ini, sudah melanggar aturan partai politik, dan melanggar ADART Partai Hanura itu sendiri.

"Karena itu dari bukti yang sudah diperlihatkan dalam persidangan, kita sangat optimis bahwa apa yang sudah diperjuangkan oleh ibu Oktasari Sabil ini memang untuk kebaikan Partai Hanura pada khususnya, dan perbaikan tatanan kenegaraan pada umumnya," tukasnya.

Disisi lain, Oktasari Sabil selaku penggugat dalam persidangan ini mengaku puas dengan jalannya sidang yang masih dianggap normal.

"Saya berharap dalam sidang ini memutuskan kebenaran diatas kebenaran, tidak ada namanya intervensi dalam bentuk apa-pun dan permainan dibelakang dalam bentuk apa-pun," tandasnya.[jat]

Komentar

 
x