Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 23:27 WIB

Akhirnya Ayin Penuhi Panggilan KPK di Kasus BLBI

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 31 Mei 2017 | 11:46 WIB
Akhirnya Ayin Penuhi Panggilan KPK di Kasus BLBI
Pengusaha sekaligus mantan narapidana Artalyta Suryani alias Ayin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengusaha sekaligus mantan narapidana Artalyta Suryani alias Ayin akhirnya memenuhi panggilan penyidik KPK. Ayin sebelumnya sempat tidak penuhi panggilan penyidik dengan alasan sakit.

Sedianya Ayin yang dijuluki ratu suap akan dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), milik Sjamsul Nursalim.

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Ayin menolak memberikan keterangan pada awak media. Dia memilih merangsuk masuk kedalam Gedung KPK untuk diperiksa penyidik.

Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang. Sebelumnya, kerabat Sjamsul Nursalim itu meminta pemeriksaannya ditunda selama satu bulan. lantaran tengah menjalani perawatan.

"Saksi kooperatif pada KPK bersedia jadwal ulang pemeriksaan, kami jadwal ulang pemeriksaan," kata Febri.

Febri menyebut pemeriksaan terhadap Ayin dalam kasus penerbitan SKL untuk BDNI ini, lantaran ingin melihat hubungan kerja antara mantan narapidana itu dengan Sjamsul. "Diperiksa terkait relasi dan hubungan kerja yang bersangkutan dengan obligor BLBI, Sjamsul Nursalim," kata Febri.

Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Ayin merupakan istri dari Surya Dharma (almarhum), salah satu bos PT Gajah Tunggal Tbk. Perusahaan produsen ban itu dikendalikan oleh Sjamsul Nursalim. Ayin sudah lama mengenal Sjamsul Nursalim saat tinggal di Lampung.

Sjamsul Nursalim pun sempat meminta Surya Dharma dan Ayin untuk mengurus tambak Dipasena atau PT Dipasena Citra Darmaja. Dipasena merupakan tambak udang terbesar di Asia Tenggara ketika itu. Dipasena juga merupakan milik Sjamsul Nursalim.

Kuasa hukum Sjamsul Nursalim, Maqdir Ismail membenarkan soal relasi antara kliennya dengan Ayin dan suaminya. Menurut Maqdir, suami Ayin, Surya Dharma merupakan seorang kontraktor yang membantu Dipasena, milik Sjamsul Nursalim di Lampung.

KPK juga sudah menggagendakan pemeriksaan terhadap Sjamsul dan Istrinya Itjih Nursalim, namun keduanya mangkir. Mereka berdua kini menetap di Singapura sejak beberapa tahun lalu. KPK pun bakal memanggil kembali mereka berdua.

Dalam pengusutan kasus dugaan korupsi penerbitan SKL kepada Sjamsul Nursalim ini, KPK baru menetapkan mantan Kepala BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung sebagai tersangka. Syafruddin diduga merugikan keuangan negara hingga Rp3,7 triliun.

Tindakan Syafruddin menerbitkan SKL ke Sjamsul Nursalim dinilai melanggar hukum. Pasalnya, dari tagihan Sjamsul Nursalim sebesar Rp4,8 triliun ke BPPN, bos PT Gajah Tunggal Tbk itu baru membayarnya Rp1,1 triliun lewat tagihan utang petani tambak di Dipasena.

 
x