Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 09:03 WIB

Kasus e-KTP

Novanto Disebut Korban Pembunuhan Karakter

Oleh : - | Selasa, 30 Mei 2017 | 19:21 WIB
Novanto Disebut Korban Pembunuhan Karakter
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Senin (29/5) kemarin, menggelar sidang kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa mantan pejabat Kementrian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

Di sidang tersebut, jaksa KPK menghadirkan Direktur PT Cahaya Wijaya Kusuma Andi Agustinus atau Andi Narogong sebagai salah satu kontraktor proyek tersebut.

Dalam kesaksiannya, Andi membantah pernah bertemu dengan Ketua DPR Setya Novanto membahas proyek e-KTP. Dirinya pernah bertemu Novanto hanya membahas tentang rencana pemesanan atribut kampanye.

Pengamat Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan, dari keterangan Andi tersebut menimbulkan pertanyaan tentang jaksa KPK.

"Yang harus dipertanyakan secara hukum dari mana Jaksa mendapatkan fakta bahwa pertemuan itu menjadi dasar Novanto melakukan kejahatan atau bersama sama melakukan kejahatan, dari mana fakta itu. Sementara fakta yang terungkap di dalam persidangan tidak seperti itu, tidak mungkin secara rasional ditunjuk sebagai dasar untuk mengkoefisir sebagai pelaku atau sama sama melakukan. Bagi saya tidak berdasar tuduhan jaksa itu, tanpa dasar," kata Margarito saat dihubungi, Selasa (30/5/2017).

Menurut dia, jika tudingan jaksa KPK tidak berdasar maka dapat merugikan nama baik seseorang, bahkan dapat menjadi upaya pembunuhan karakter.

"Tidak bisa ditolak kalau orang mengatakan itu sebagai karakter assasination. Kalau ada yang menilai seperti itu, saya kira itu penilaian yang sah sekali menuduh orang tanpa dasar kan sama saja memftnah orang itu, itu pembunuhan karakter, merusak citra orang, merusak harga diri orang," tuturnya.

Sebelumnya, salah satu saksi dalam kasus itu Paulus Tanos juga mengakui pernah bertemu Novanto, namun tidak membahas e-KTP.

"Sangat bergantung pada Novanto, yang jelas tuduhan itu kan tidak berdasar, faktanya seperti itu, pengakuan saksi seperti itu dan tidak ada fakta lain yang mendukung, maka tuduhan dia yang melakukan kejahatan, itu character assaination. Sulit mengatakan kalau itu tidak fitnah, bagaimana Novanto menyikapinya itu terserah Novanto," tandasnya. [ton]

 
x