Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 14:11 WIB

Razia Indekos, Polisi Amankan Korban Trafficking

Oleh : - | Selasa, 30 Mei 2017 | 10:16 WIB
Razia Indekos, Polisi Amankan Korban Trafficking
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Di pekan awal bulan Ramadan, aparat menggerebek beberapa pasangan bukan suami-istri yang nekat berbuat mesum di sebuah indekos, Selasa (30/5/2017) dini hari.

Adapun penggerebekan ini dilakukan oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya serta Satpol PP setempat dalam rangka razia cipta kondisi yang digelar sejak Senin (29/5/2017) malam.

Lokasi razia yang disasar aparat dalam razia kali ini adalah indekos harian di Jalan Gunungsari nomor 21 dan Homestay D'beauty Cemerlang, Jalan Bibis Surabaya.

Dalam razia kali ini, petugas berhasil menjaring empat pasangan mesum. Dari jumlah itu, terdapat satu pasangan selingkuh.

Hal ini terkuak ketika petugas melihat KTP masing-masing yang tercantum sudah sama-sama berstatus menikah.

"Untuk wanita berinisial RBDH (30) warga Ketintang Surabaya yang merupakan PNS diketahui statusnya menikah, sebaliknya pasangan lakinya berinisial RA (46) warga Karanggayam, juga menikah," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Selasa (30/5/2017).

Selain pasangan mesum, aparat gabungan pun mendapati bahwa indekos tersebut tak memiliki izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), melainkan hanya izin mendirikan bangunan (IMB).

Dari lima pasangan yang diamankan dari dua lokasi ini, petugas juga mendapatkan satu pasangan mesum masih di bawah umur.

Aparat pun menginterogasi yang bersangkutan dang mengetahui motif anak dibawah umur itu melakukan perbuatan asusila tersebut karena diminta untuk melayani pria hidung belang.

"Jadi, kami tidak hanya mengamankan korban trafficking tapi juga mengamankan seorang yang diduga sebagai mucikari. Maka temuan ini akan kami tindaklanjuti. Untuk pasangan selingkuh akan dilimpahkan ke Satpol PP," tuturnya.

Razia tersebut dilakukan aparat usai menerima laporan dari masyarakat bahwa indekos harian di Jalan Gunungsari dan di Jalan Bibis Karah menyediakan tempat untuk mesum.

"Melihat masih ada temuan, maka kegiatan operasi akan terus dilakukan guna menjaga keamanan Kamtibmas di bulan Ramadan. Jadi, kami harapkan bagi masyarakat Surabaya untuk bisa menghormati bulan suci Ramadan ini dengan tidak berbuat asusila atau mesum," tandasnya. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
x