Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 03:12 WIB

Polri Sepakat TNI Dilibatkan Penanganan Terorisme

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 30 Mei 2017 | 08:37 WIB
Polri Sepakat TNI Dilibatkan Penanganan Terorisme
Kapolri Jenderal Tito Karnvian - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Bogor - Kapolri Jenderal Tito Karnvian menyambut baik keterlibatan dan peranan TNI dalam pencegahan dan penindakan terorisme di Tanah Air melalui revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003.

Tito mengaku telah berdiskusi dan menyepakati hal ini bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menkopolhukam Wiranto.

"Intinya ini kan, penanganan teror harus komprehensif. Tidak bisa satu instansi apalagi hanya dengan penegakan hukum. Perlu ada langkah preventif, pencegahan, kegiatan penindakan dan pasca penindakan yang disebut deradikalisasi atau rehabilitasi," papar Tito di area Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (29/5/2017).

Langkah-langkah tersebut, lanjutnyai, perlu melibatkan banyak unsur, salah satunya ialah unsur militer dari TNI.

"TNI adalah salah satu aset negara yang memiliki banyak sekali potensi mulai dari intelijen kemudian teritorial, tim penindakan. Nah, ini mengapa tidak dimanfaatkan bersama-sama dan bersinergi. Misalnya, dalam rangka pencegahan, teritorial dan intelijen bisa bermain disitu. Kemudian untuk deradikalisasi dan rehabilitasi, mengawasi mereka yang sudah keluar dari lapas yang jumlahnya ribuan orang. Itu juga bisa," tuturnya.

Ia menambahkan, pernanan TNI dalam hal ini juga bisa dilakukan untuk menindaklanjuti aksi pembajakan di laut maupun udara.

"Itu kenapa tidak? Di medan-medan khusus yang Polri tidak memiliki kemampuan yang cukup. Misal, seperti di hutan itu ada Operasi Tinombala (pengejaran Kelompok Santoso) kan, berhasil Polri dan TNI bersama-sama. Kenapa tidak?," ungkapnya.

Lebih jauh, peranan TNI juga dibutuhkan untuk menangani masalah ini karena jaringan teroris dewasa ini tidak hanya pada cakupan lokal tetapi juga internasional.

"Ada jaringan teroris yang di Filipina Selatan, Syiria, Afghanistan sampai Turki. TNI juga memiliki kemampuanii intelijen dan lainnya. Kenapa tidak bersama-sama dengan Polri? Polri memiliki kerjasama police to police. Militer dengan militer lainnya. Intelijen dengan intelijen lain. Ini saya rasa bisa disinergikan," jelasnya.

Namun, Kapolri menegaskan bahwa prinsip penanganan terorisme di Indonesia tetap melalui prosedur jalur hukum.

"Karena ini negara demokrasi yang mengutamakan supremasi hukum dan human rights, maka tetap pada penegakkan hukum. Saya kira itu," pungkasnya.

Komentar

 
x