Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 07:01 WIB

Yoyok Dituntut Hukuman Mati

Oleh : - | Senin, 29 Mei 2017 | 19:01 WIB
Yoyok Dituntut Hukuman Mati
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Pemilik 50 kilogram sabu-sabu (SS), Hadi Sunarto alias Yoyok, dituntut pidana mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Putu Karmawan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Senin (29/5).

Jaksa Karmawan menjelaskan tuntutan mati tersebut karena barang bukti perkara ini lebih dari 1 kilogram. "Tidak ada alasan yang meringankan pada perbuatan terdakwa,"sambung pria asal Bali ini.

Yoyok sempat terkejut dengan tuntutan mati itu, namun Hariyanto, Ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, terlihat memberikan support terhadap mantan napi Nusa Kambangan, yang membuatnya kembali rileks.

"Itu baru tuntutan jaksa, belum putusan, tenang aja," ucap Hakim Hariyanto pada terdakwa.

Atas tuntutan tersebut, Yoyok melalui tim kuasa hukumnya, Didik Sungkono, mengaku akan mengajukan pembelaan atau pledoi. "Saya beri waktu dua minggu untuk menyusun pembelaan," ucap hakim Hariyanto sembari mengetukkan palunya sebagai tanda berakhirnya persidangan.

Seperti diketahui, Yoyok adalah narapidana kasus narkotika yang menghuni LP Nusa Kambangan. Yoyok kembali tersangkut kasus serupa setelah Reskoba Polrestabes Surabaya berhasil mengagalkan peredaran narkotika dari tangan Aiptu Abdul Latif dan Indri Rahmawati serta Tri Torriasih alias Susi.

Dari 50 kilogram SS yang di-supply dari Yoyok, polisi hanya berhasil menyita 13 kilogram SS saja. Pasalnya, 37 kilogram SS tersebut sudah terjual melalui tangan Abdul Latif dan Indri Rahmawati.

Proses hukum Yoyok terkesan lambat dari ketiga jaringannya. Yoyok baru didudukkan sebagai pesakitan saat ketiga jaringannya sudah dihukum hakim PN Surabaya.

Oleh hakim PN Surabaya, Aiptu Abdul Latif telah divonis mati dan vonis tersebut diperkuat Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya setelah dia mengajukan upaya hukum. Kini kasusnya masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Sementara, Indri Rahmawati divonis seumur hidup oleh PN Surabaya, tapi oleh PT Surabaya diperberat menjadi hukuman mati. Tak terima atas vonis mati tersebut, Indri akhirnya mengajukan kasasi ke MA.

Sedangkan vonis Tri Diah Torriasih alias Susi malah berbalik, oleh PT Surabaya, vonis Susi diturunkan dari hukuman mati ke hukuman seumur hidup. Turunnya vonis tersebut langsung dikasasi Kejari Surabaya.[beritajatim]

Tags

 
x