Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 04:26 WIB

Implikasi Ahok Kibarkan Bendera Putih

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 24 Mei 2017 | 18:45 WIB
Implikasi Ahok Kibarkan Bendera Putih
Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi mengajukan mundur dari posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya, Ahok juga mencabut banding atas putusan pengadilan. Apa dampak politik atas sikap Ahok ini?

Ahok dalam dua hari terakhir ini membuat kejutan. Kejutan pertama, pada Senin (22/5/2017) Ahok melalui kuasa hukumnya mencabut permohonan banding atas putusan PN Jakarta Utara pada 9 Mei 2017 yang memvonis penjara selama dua tahun. Padahal, sebelumnya, para pendukungnya menggelar sejumlah aksi yang meminta agar Ahok ditangguhkan penahanannya.

Kejutan kedua, Ahok pada Selasa (23/5/2017) mengajukan permohonan pengunduran diri dari posisi Gubernur DKI Jakarta. Permohonan ini diajukan tak lama berselang dari pencabutan banding atas putusan PN Jakarta Utara. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebutkan Ahok secara resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta kepada Presiden Joko Widodo.

Dua langkah Ahok ini ditanggapi beragam oleh publik, ada yang mengapresiasinya ada pula yang memberi catatan kritis. Apresiasi terhadap langkah Ahok ini dimaksudkan agar persoalan polemik penistaan agama tidak lagi menjadi persoalan yang menguras energi masyarakat. Begitu juga dengan langkah pengunduran diri Ahok dari posisi Gubernur DKI Jakarta, dimaksudkan agar tidak membebani pemerintahan Jokowi.

Serangkaian langkah Ahok ini seolah memiliki benang merah atas seruan Presiden Jokowi dalam sepekan terakhir ini saat momentum mengundang sejumlah tokoh agama di Istana Negara baik di Jakarta maupun di Bogor yang menyerukan agar tidak ada lagi kegaduhan.

Secara praksis apa yang dilakukan Ahok memang bakal mengurangi tensi polemik atas kasus yang menjeratnya. Perhatian publik tidak lagi tertuju pada persoalan Ahok. Dua langkah Ahok ini secara sarkas sebagai simbol bendera putih Ahok atas persoalan yang melilitnya.

Apa yang dilakukan Ahok tentu akan memberi dampak baik politik dan hukum. Secara politik, langkah Ahok yang mundur dari jabatan Gubernur ini bisa saja dibaca sikap terlambat dari Ahok. Jika maksud pengunduran dirinya agar tidak membebani Presiden Jokowi, tentu ini langkah terlambat karena faktanya, persoalan yang muncul selama delapan bulan terakhir telah membebani Presiden Jokowi.

Semestinya, Ahok menyatakan mundur dari jabatannya saat dirinya menjadi tersangka. Langkah sejumlah pihak yang menyandang jabatan publik yang berstatus tersangka dapat menjadi rujukan. Meski beda kasus, hal serupa dilakukan Andi Malarangeng yang mundur dari jabatannya sebagai Menpora saat berstatus tersangka. Termasuk sejumlah pejabat publik yang menjadi tersangka. [mdr]

 
x