Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 11:31 WIB

Aksi Ahokers

Presiden Disarankan Bentuk Satgas Soal Kerukunan

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Sabtu, 20 Mei 2017 | 08:33 WIB
Presiden Disarankan Bentuk Satgas Soal Kerukunan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk suatu forum untuk menyelesaikan dan meredamkan situasi yang memanas pasca vonis dua tahun penjara terhadap Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Mungkin presiden bisa bentuk forum atau satgas terkait kerukunan dibawah koordinasi presiden," kata Igor kepada INILAHCOM, Jumat (19/5/2017).

Ia menjelaskan forum tersebut alangkah baiknya diisi oleh orang-orang yang memiliki rasa persatuan dan kesatuan untuk menjaga keutuhan NKRI, rasa toleransi yang tinggi serta menjaga kedamaian.

"Tokoh lintas agama, tokoh masyarakat akademisi dan dari pemerintah (Menteri Agama)," ujarnya.

Menurut dia, tujuan dibentuknya forum tersebut tiada lain untuk merajut kembali dan menyelesaikan persoalan yang sempat memecah-belah bangsa. Sebab, banyak sekali aksi-aksi penolakan yang terjadi di negeri ini terhadap beberapa orang.

Pasca kekalahan di Pemilihan Gubernur DKI dan vonis 2 tahun penjara dalam kasus penistaan agama, di berbagai kota Indonesia para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dikenal dengan Ahokers turun ke jalan dengan tuntutan bebaskan Ahok.

Tak hanya di Indonesia, fenomena tersebut juga terjadi di beberapa negara sehingga belakangan hal-hal tersebut dianggap aneh mulai tercium. Diantaranya, apa yang dilakukan oleh para Ahokers di depan Rutan Cipinang dan kemudian pindah ke depan Markas Korps (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok.

Mereka melakukan unjuk rasa yang menabrak semua aturan dari pagi sampai tengah malam, parahnya itu semua dibiarkan oleh aparat kepolisian. Bahkan, seorang Ahokers melakukan orasi yang mengecam rezim Jokowi lebih buruk dari rezim SBY.[ris]

 
x