Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 20:51 WIB

KPK Buka Kasus yang Ditangani Novel ke Polisi

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 19 Mei 2017 | 19:13 WIB
KPK Buka Kasus yang Ditangani Novel ke Polisi
Ketua KPK Agus Rahardjo - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polda Metro Jaya dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan saling bertukar informasi semua kasus yang tengah ditangani oleh Novel Baswedan. Hal ini dilakukan untuk membongkar pelaku penyiraman kepada Novel.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, informasi kasus yang ditangani Novel sudah diberikan ke pihak Polda Metro Jaya saat melakukan pertemuan dengan pihaknya di KPK, Jumat (19/5).

"Kemudian KPK akan bentu sesuai dengan kewenangannya. Tadi sharing informasi dan saling menambah informasi (kasus yang ditangani Novel). Bayangannya sudah jelas walaupun belum bisa disampaikan," kata Agus di kantor KPK, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Namun, belakangan Agus mengklaim bila data-data yang disampaikan pada pihak polisi tidak secara gamblang. Melainkan, kata Agus, pihaknya hanya memberikan informasi sebatas kasus yang ditangani oleh Novel.

"Informasi yang diberikan pada Polda Metro Jaya kalau kasus yang ditangani Novel, kita sebutkan, Novel itu Kasatgas (kasus) ini. Lalu yang lalu tangani ini dan ini. Jadi tidak masuk ke perkaranya," ujar dia.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono tak menepis kedatangannya adalah untuk bertukar informasi dengan KPK. Salah satunya mengenai kasus yang ditangani Novel.

Hal itu dilakukan, kata Argo, pihaknya dalam menangani kasus penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan dengan dua motode. Yakni metode deduktif dan indikatif.

Metode deduktif, terang Argo, bertolak dari petunjuk-petunjuk baik saksi, barang bukti, maupun petunjuk lainnya yang ditemukan di lokasi kejadian.

Sedangkan metode induktif bertolak dari persinggungan teror ini dengan kasus-kasus yang pernah atau sedang ditangani Novel.

"Untuk induktif kita cari apa korban Novel ini pernah selesaikan suatu kasus yang berpotensi-potensi. Kasus apa saja yang ditangani. Ini jd potensi penyelidikan. Dari tim kami lakukan kegiatan ini. Tidak bisa kita ungkapkan seperti apa detail dan cara-caranya. Misalnya kasus e-KTP ada berpotensi nggak," kata Argo.

Dari data dan informasi itu, pihaknya akan mencermati satu per satu kasus yang ditangani Novel yang berpotensi terjadinya serangan dari pihak lain.

"Kami ingin dapatkan informasi kira-kira apa kasus yang sudah ditangani dan yang sedang ditangani. Kita lihat kasus yang berpotensi, kita curigai di situ," katanya.

Sebelumnya, Novel disiram air keras oleh dua orang oknum tak dikenal pada 11 April 2017 di dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibatnya, kedua mata Novel cidera hingga harus diobati di subuah Rumah Sakit di Singapura.

Kasus tersebut memang ditangani oleh Polda Metro Jaya. Sejak awal penanganan kasusnya, setidaknya ada empat orang yang ditangkap karena disangka sebagai pelaku penyiraman.

Inisialnya, M, H, AL dan N. Namun, dari empat nama tersebut, tak satu pun yang terbukti sebagai pelaku, pihak Polda pun sudah melepaskan mereka.

Untuk inisial N merupakan saksi kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar. Dan Novel merupakan Kasatgas kasus Akil. Sedangkan M, H dan AL belum diketahui apakah berhubungan dengan kasus yang sedang atau tengah ditangani oleh Novel.[jat]

 
x