Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Agustus 2017 | 11:22 WIB

Jokowi Akui Medsos Masalah Serius di Indonesia

Oleh : Ray Muhammad | Jumat, 19 Mei 2017 | 18:32 WIB
Jokowi Akui Medsos Masalah Serius di Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: Biro Pers Setpres RI)
facebook twitter

INILAHCOM, Natuna - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui keterbukaan penggunaan media sosial belakangan menjadi masalah serius di Indonesia.

Hal ini disampaikan Jokowi saat berbicara kepada sekitar 1.500 prajurit TNI di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Provinsi, Jumat (19/5/2017).

Adapun masalah ini, ungkapnya, juga dialami oleh hampir semua negara di dunia yang terbuka dengan perkembangan medsos.

"Kalau media sosial, di negara mana pun dengan keterbukaan mengalami masalah yang sama semuanya. Ada fake news, ada hoaks, berita fitnah, berita bohong dan semua orang banyak yang kena," kata Jokowi.

Pada kesempatan ini, ia juga menceritakan pengalamannya saat bertemu berbagai kepala negara atau kepala pemerintahan.

Pada umumnya mereka juga mengeluhkan penyebaran berita hoaks yang belakangan juga terjadi di negara masing-masing.

"Mereka menyampaikan, Presiden Jokowi, kalau media mainstream, koran, majalah dan televisi bisa kita ajak bicara. Tapi kalau media sosial, setiap individu bisa menyampaikan berita benar atau tidak benar, setiap individu bisa membuat blog, situs, bisa ngetweet, facebook, bisa membuat vlog, semua individu bisa," jelasnya.

Untuk itu, dibutuhkan upaya bersama untuk mengatasi dampak negatif dari penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab itu.

Salah satunya ialah dengan melawan penyebaran berita hoaks serta memberikan klarifikasi dan menyampaikan hal yang benar kepada masyarakat.

"Tugas kita bersama untuk membentengi negara ini dari, kadang-kadang, panasnya suasana, kabar-kabar bohong seperti itu, kabar-kabar fitnah seperti itu," ucapnya.

Jokowi kemudian berpesan agar jangan sampai energi bangsa ini habis karena mengerjakan hal-hal yang tidak produktif.

"Saling fitnah, saling menghujat, saling menjelekkan, saling mencemooh, saling mendemo dan saling menolak. Habis energi kita untuk itu," katanya.

Menurutnya, pada saat yang sama, negara lain sudah memikirkan mengenai kemajuan teknologi. Bila bangsa kita terus berkutat pada hal-hal yang tidak produktif, ia mengkhawarikan bangsa ini akan semakin tertinggal.

"Kita hanya terjebak pada hal yang menghabiskan energi. Energi kita habis dan kita tidak mendapatkan apa-apa, kecuali saling curiga di antara kita," imbuhnya.

Turut hadir mendampingi Jokowi pada kesempatan ini antara lain Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono.[jat]

Tags

 
Embed Widget

x