Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 04:06 WIB

Ada Pihak Ambil Untung dari Aksi Ahokers

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 19 Mei 2017 | 04:10 WIB
Ada Pihak Ambil Untung dari Aksi Ahokers
Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan aksi masa pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Ahokes) di LP Cipinang dan Mako Brimob Depok bisa saja sudah ada yang mengaturnya.

"Sulit untuk menjawab apakah itu benar pendukung Ahok atau bukan, tapi semua bisa direkayasa, bisa disetting, bisa alamiah, bisa dilakukan apakah itu murni atau betul-betul digerakkan oleh kelompok tertentu," kata Pangi kepada INILAHCOM, Kamis (18/5/2017).

Kemudian, Pangi menilai aksi solidaritas yang ditunjukkan oleh para Ahokers (sebutan pendukung Ahok) itu harus benar-benar dipahamai sebagai bagian dari kebebasan berekspresi, berpendapat dan menyalurkan aspirasi.

"Belakangan mulai gerakan-gerakan tidak murni, gerakan pemecah-belah. Makanya disampaikan Jokowi (Presiden Joko Widodo) saya kira sudah tepat," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center itu.

Yakni, kata Pangi, Jokowi menyampaikan bahwa semua adalah saudara sebangsa dan setanah air, tidak perlu mencela-cela, fitnah sehingga harus dihentikan.

"Itu sebenarnya sudah jelas bahwa ada orang yang sebetulnya ingin mengambil keuntungan dalam situasi seperti ini," jelas dia.

Pasca kekalahan di Pemilihan Gubernur DKI dan vonis 2 tahun penjara dalam kasus penistaan agama, di berbagai kota Indonesia para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dikenal dengan Ahokers turun ke jalan dengan tuntutan bebaskan Ahok.

Tak hanya di Indonesia, fenomena tersebut juga terjadi di beberapa negara sehingga belakangan hal-hal tersebut dianggap aneh mulai tercium. Diantaranya, apa yang dilakukan oleh para Ahokers di depan Rutan Cipinang dan kemudian pindah ke depan Markas Korps (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok.

Mereka melakukan unjuk rasa yang menabrak semua aturan dari pagi sampai tengah malam, parahnya itu semua dibiarkan oleh aparat kepolisian. Bahkan, seorang Ahokers melakukan orasi yang mengecam rezim Jokowi lebih buruk dari rezim SBY.[ris]

 
Embed Widget

x