Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 Juli 2017 | 01:44 WIB

KPK Telusuri Aliran Uang e-KTP Lewat Adik Gamawan

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 18 Mei 2017 | 20:20 WIB
KPK Telusuri Aliran Uang e-KTP Lewat Adik Gamawan
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Adik dari mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Azmin Aulia dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP untuk dua terdakwa Sugiharto dan Irman.

Bersama Azmin, jaksa juga memanggil Afdal Noverman orang yang disebut-sebut dekat dengan Gamawan. Dua saksi ini dimintai keterangan terkait dugaan aliran uang korupsi e-KTP ke Gamawan.

"Tugas kami membuktikan dakwaan. Karena dalam surat dakwaan ada nama Afdal dan Azmin, maka cara kami membuktikan surat dakwaan adalah dengan menghadirkan yang bersangkutan," kata jaksa KPK Abdul Basir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Diawal kesaksian, jaksa KPK langsung menelisik terkait dengan penerimaan uang Gamawan dari Direktur Utama PT Sandipala Arthapura Paulus Tannos. Pemberian uang itu diduga disamarkan melalui pembelian aset.

Azmin dalam kesaksiannya mengakui pernah membeli Ruko dan tanah dari Paulus yang juga pelaksana proyek e-KTP. Dia membantah bahwa dirinya pernah menerima uang dari Paulus untuk diberikan ke Gamawan.

Dalam persidangan, Azmin mengakui membeli ruko dan tanah milik Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos. PT Sandipala merupakan anggota konsorsium pelaksana proyek e-KTP.

Pertama, Azmin membeli ruko di Jalan Wijaya, Jakarta, seharga Rp2,5 miliar. Sementara, tanah di Jalan Brawijaya, Jakarta, seharga Rp31 miliar.

"Saya beli pakai uang pribadi. Kalau yang di Brawijaya saya nyesel karena belakangan ada masalah. Ada yang ngaku dari ahli waris," ujar dia.

Adapun dalam surat dakwaan, Azmin pernah menerima uang dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sebesar USD2.500.000.

Menurut jaksa KPK, uang yang diberikan pada pertengahan Juni 2011 itu sebenarnya diperuntukan kepada Gamawan Fauzi.

Sementara itu, Afdal mengaku tiga kali meminjamkan uang kepada Gamawan Fauzi. Pertama, pada 2013 Gamawan mengajaknya untuk membeli sebidang tanah di Bogor, Jawa Barat. Namun, Afdal menolak tawaran itu.

Menurut Afdal, pada akhirnya Gamawan tetap ingin membeli tanah, namun kekuarangan uang untuk melakukan pembayaran. Untuk itu, Gamawan akhirnya meminjam uang Afdal sebesar Rp1 miliar.

"Akhirnya saya pinjamkan uang," kata dia. Uang itu sekarang sudah dilunasi oleh Gamawan.

"Dilebihi 100 juta. Saya yang minta," ujar dia.

Bukan hanya itu pada akhir 2014, Gamawan pernah meminjam uang Rp200 juta untuk membiayai pengobatan. Menurut Afdal, saat itu Gamawan baru saja menjalani operasi di rumah sakit.

"Waktu itu saya talangin dulu, tidak sampai sebulan sudah dikembalikan," kata Afdal.

Kemudian, menurut Afdal, Gamawan pernah meminjam lagi uang sebesar Rp300 juta. Uang itu digunakan Gamawan untuk membeli ternak.

Berdasarkan surat dakwaan, dalam proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut, Gamawan disebut diperkaya sebesar 4.5 juta dollar AS, atau lebih dari Rp 60 miliar.

Pada Maret 2011, Andi Narogong, pengusaha pelaksana proyek e-KTP memberikan uang kepada Gamawan melalui Afdal Noverman sejumlah 2 juta dollar AS. Tujuannya, agar pelelangan pekerjaan proyek e-KTP tidak dibatalkan oleh Gamawan Fauzi.

Pada Juni 2011, Andi kembali memberikan uang pada Gamawan melalui adiknya, Azmin Aulia, sejumlah 2,5 juta dollar AS. Pemberian uang bertujuan untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang. [ton]

 
Embed Widget

x