Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 18:00 WIB

Polisi Bantah Tekan Emma Saat Pemeriksaan

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 18 Mei 2017 | 18:22 WIB
Polisi Bantah Tekan Emma Saat Pemeriksaan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membantah pernyataan Fatimah atau Kak Emma saksi kasus dugaan pelanggaran UU Pornografi yang menyeret nama Firza Husein dan Rizieq Shihab yang mengaku ditekan secara psikologis oleh penyidik saat menjalani pemeriksaan.

"Jadi berkaitan dengan palaksanaan penyidikian semua saksi dan tersangka di PMJ ini semua dilakukan dengan CCTV dan kemudian juga kita bisa melihat orang lain bisa melihat gitu. Artinya pengawas ini bisa kita lihat apakah di dalam penyidikan ini ada penekanan atau tidak," tampiknya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/5/2017).

Ia menjelaskan proses pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur. Dimana tetap akan ada interaksi berupa tanya jawab antara penyidik dengan saksi.

"Jadi kita berdasarkan keterangan yang ada penyidik mengajukan pertanyaan jadi saksi menjawab. Jadi ada interaksi seperti itu, yang ditanyakan apa kemudian dijawab apa kemudian kita ketik kita tulis di situ. Jadi tidak benar ada penekanana di situ," jelas Argo.

Diberitakan sebelumnya, Fatihah atau Kak Emma, saksi kasus dugaan pelanggaran UU Pornografi yang menyeret nama Firza Husein dan Rizieq Shihab mengaku diintimidasi penyidik saat melakukan pemeriksaan. Kak Emma menyebur ia ditekan dan digiring untuk menjawab sesuai keinginan penyidik.

"Memang dalam proses BAP saya selama 3 kali oleh polda Metro Jaya para penyidik nampak memaksakan dengan menggiring pembicaraan saya agar mengakui semua yang dituduhkan kepada Habib Rizieq," katanya lewat pernyataan tertulis, Kamis (18/5/2017).

Kak Emma bahkan mengaku ditekan secara psikologis oleh polisi untuk membenarkan tuduhan yang dilayangkan ke Rizieq-Firza.

"Bahkan saya ditekan secara psikologis agar mengakui dan membenarkan atas tuduhan tersebut yang saya tidak mengetahui akan hal itu," tandasnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan Firza sebagai tersangka dalam kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Status Rizieq sendiri dalam kasus ini masih sebagai saksi.

Polisi telah meminta keterangan dari teman dekat Firza yang bernama 'Kak Emma'. Selain itu, polisi meminta keterangan dari saksi ahli pidana dan ahli telematika.
Berdasarkan hasil analisis ahli pidana, kasus itu telah memenuhi unsur pidana. Sementara itu, ahli telematika menyebut, percakapan yang diduga antara Firza dan Rizieq itu adalah asli.

Dalam kasus ini, Firza dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. [ton]

 
x