Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 30 Mei 2017 | 01:50 WIB

Emma Sebut Kasus Firza untuk Bunuh Karakter Rizieq

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 18 Mei 2017 | 17:32 WIB
Emma Sebut Kasus Firza untuk Bunuh Karakter Rizieq
(Foto: Tempo/Imam Hamdi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Fatimah atau Kak Emma, saksi kasus dugaan pelanggaran UU Pornografi yang menyeret nama Firza Husein dan Rizieq Shihab menyatakan kasus yang menyeret namanya itu sengaja dilakukan untuk membunuh karakter Rizieq Shihab.

"Dengan demikian saya menyimpulkan kasus ini adalah kasus yang direkayasa sedemikian rupa, dengan tujuan keji untuk membunuh karakter Habib Rizieq," katanya lewat pernyataan tertulis, Kamis (18/5/2017).

Ia menilai kasus ini sengaja dibesarkan untuk mempermalukan Rizieq yang banyak dijadikan panutan umat islam, semata karena terus menghalangi komunis berkembang di Indonesia.

"Untuk membunuh karakter Habib Rizieq sebagai ulama panutan untuk dipermalukan lalu ditinggalkan umat islam, karena dianggap akan menghalangi gerakan komunis di Indonesia serta menghalangi proses penjajahan cina terhadap Indonesia," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan bahwa Fatihah atau yang disebut-sebut sebagai Kak Ema, mengakui sering mendengar cerita atau curahan hati (curhat) Ketua Yayasan Solidaritas Keluarga Cendana Firza Husein.

Berdasarkan keterangan Kak Ema, kata Argo, Firza kerap bercerita banyak hal, termasuk soal hubungannya dengan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Emma itu dicurhati saja sama Firza. Dia cuma jadi pendengar saja. Curhat masalah Firza (hubungan Firza dengan Rizieq). Ema cuma mendengar saja," kata Argo saat dihubungi, Selasa (16/5).

Diketahui, Kuasa Hukum Fatihah atau Kak Emma, Mirza Zulkarnaen mengakui kliennya sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus penyebaran konten vulgar dalam rekaman chat diduga milik pimpinan FPI Rizieq Shihab dengan Firza Husein.

Mirza mengaku kliennya sempat diperiksa di Polres Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Dimana saat itu, kliennya yang meminta diperiksa di Depok bukan di Polda Metro Jaya.

"Penyidiknya dari Polda Metro Jaya, tapi di Polres Depok. Permintaam klien saya, akhir mau di Depok," katanya saat dihubungi, Kamis (18/5/2017). [ton]

 
x