Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 28 Juli 2017 | 15:42 WIB

Brotoseno Dituntut 7 Tahun Penjara

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 18 Mei 2017 | 16:05 WIB
Brotoseno Dituntut 7 Tahun Penjara
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Kepala Unit III Subdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brotoseno dituntut dengan hukuman pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan.

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dinilai oleh jaksa pada Kejaksaan Agung terbukti bersalah dan meyakinkan telah menerima suap terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi cetak sawah di daerah Ketapang Kalimantan Barat.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Raden Brotoseno dengan pidana penjara selama tujuh tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dan bayar denda 300 juta subsidair enam bulan kurungan," kata jaksa pada Kejaksaan Agung saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (18/5/2017).

Dalam membacakan tuntutannya jaksa menilai, Brotoseno menerima uang suap senilai Rp 1,9 miliar secara bertahap.Ia juga menerima lima tiket pesawat Batik Air kelas bisnis seharga Rp 10 juta atas permintaan sendiri.

Brotoseno didakwa bersama-sama penyidik Dittipikor Bareskrim Polri Dedy Setiawan Yunus, dan dua pihak swasta yaitu Harris Arthur Hedar dan Lexi Mailowa Budiman.

Brotoseno menerima uang dari Harris selaku advokat Jawa Pos Group untuk mengurus penundaan panggilan pemeriksaan terhadap Dahlan Iskan.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP," ujar dia.

Sebelum membacakan tuntutan, jaksa juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan untuk Brotoseno. Yang memberatkan adalah, Brotoseno tidak mengakui menerima suap.

"(Kemudian) terdakwa pernah betugas di KPK yang seyogianya dapat berikan contoh perbaikan kinerja dalam instasni kepolisian," ujar dia.

Sedangkan yang meringankan Brotoseno dinilai sopan selama menjalani sidang atas kasus yang tengah dituduhkan.

Dalam surat dakwaan Brotoseno telah menerima uang suap senilai Rp 1,9 muat dari Lexi dalam dua tahap. Pertama, dalam kurun 18-21 Oktober 2016 bertempat di pavilliun RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, sebesar Rp 1 miliar.

Kedua, transaksi terjadi pada 3 November 2016 di Parkir Pasar Festival, Jakarta Selatan. Uang tersebut diterima Brotoseno melalui Dedy. [rok]

Tags

 
x