Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 13:16 WIB

Jokowi: Fitnah, Kabar Bohong Masih Mau Diteruskan?

Oleh : Ray Muhammad | Kamis, 18 Mei 2017 | 15:11 WIB
Jokowi: Fitnah, Kabar Bohong Masih Mau Diteruskan?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku gregetan dengan sikap masyarakat Tanah Air yang belakangan ini masih berkutat melakukan kegiatan-kegiatan yang tak produktif.

Kegiatan tak produktif yang dimaksudnya antara lain menggelar demonstrasi, saling memfitnah dan menghujat menghujat satu sama lain.

Hal itu disampaikan Jokowi saat pembukaan Rakornas Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (18/5/2017).

Pada kesempatan itu, Jokowi menyampaikan pandangannya bahwa di saat belahan dunia lain tengah fokus dengan kemajuan teknologi, Indonesia malah sibuk dengan hal-hal tak produktif.

"Fitnah, kabar-kabar bohong, apakah ini mau diteruskan? Coba kita Elon Musk dulu berbicara mengenai masalah PayPal, diganti lagi Jack Ma yang tidak lagi kita bicara membayar sesuatu barang, beli barang dengan credit card. Sekarang membayar barang di mall, supermarket sudah pakai mobile phone, smartphone," kata Jokowi.

Tak hanya itu, Kepala Negara pun menyoroti soal polemik penggunaan cantrang hingga persoalan petani, pupuk, bibit dan irigasi yang tak kunjung selesai diperdebatkan.

"Pemerintah seharusnya sudah membawa nelayan agar bagaimana mereka bisa ke offshore, atau aquaculture. Petani dibawa ke mekanisme dan teknologi yang modern. Berpuluh tahun masalah irigasi enggak rampung-rampung. Masalah benih enggak rampung-rampung. Nelayan masalah cantrang enggak rampung-rampung. Kita mau ke mana? Inilah yang harus kita bangkitkan, disiplin nasional," ujarnya.

Menurut dia, saat ini perlunya perubahan etos kerja nasional diiringi dengan keterbukaan pola pikir seluruh lapisan masyarakat.

"Enggak bisa kita seperti yang kemarin-kemarin. Saya sudah gregetan betul dengan masalah-masalah tidak produktif itu. Kita belum rampung belajar satu sudah berubah ke yang lain. Inilah yang sering saya katakan perubahan dunia yang cepat sekali karena teknologi. Jadi kalau kita masih berkutat rutinitas ini itu, ditinggal kita. Kalau kita bekerja linear, kalau kita bekerja rutinitas, ditinggal kita. Pasti ditinggal. Kerja kita monoton, ditinggal kita," tandasnya. [ton]

Tags

 
Embed Widget

x