Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 Juli 2017 | 01:35 WIB

Bos Sandipala Bantah Kasih Uang ke Terdakwa e-KTP

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 18 Mei 2017 | 14:02 WIB
Bos Sandipala Bantah Kasih Uang ke Terdakwa e-KTP
(Foto: Inilahcom/Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Sandipala Arthapura Paulus Tannos membantah memberikan sejumlah uang kepada pejabat Kemendagri Sugiharto yang saat ini duduk sebagai terdakwa korupsi proyek e-KTP.

Namun, ia mengakui pernah memberikan uang kepada Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang S Sudiharjo. Tapi Paulus tidak merinci untuk apa uang diberikan ke Anang.

"Saya tidak pernah dimintai uang oleh para terdakwa. Tapi memang pernah ada beberapa kali saya memberikan dana kepada Anang," kata Paulus bersaksi dalam persidangan perkara proyek e-KTP melalui teleconferrence dari Singapura yang tersambung ke pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (18/5/2017).

Anang dalam kesaksian sebelumnya membenarkan pernah menerima uang dari Paulus senilai USD 200 ribu. Uang tersebut kemudian diberikan kepada Sugiharto.

Dalam surat dakwaan dijelaskan uang yang diberikan Paulus ke Sugiharto lewat Anang untuk kepentingan legal.

Saat itu, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman yang juga terdakwa dalam kasus ini menggunakan jasa advokat Hotma Sitompul and Associates untuk menghadapi gugatan konsorsium lain usai diumumkan pemenang lelang.

Langkah itu merupakan rekomendasi dari mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap. Irman kemudian meminta Sugiharto untuk meminta sejumlah uang kepada rekanan atau vendor yang ikut mengerjakan proyek e-KTP.

Meski begitu, Paulus mengklaim bahwa pemberian uang kepada Anang tersebut berkaitan dengan pembelian saham di PT Quadrat Solution, bukan diberikan pada Sugiharto.

"Ada kesepakatan saya dan Anang bahwa Anang berencana setelah proyek e-KTP selesai mau pindah ke AS. Dia bilang pada saya saya beli saja Quadra. Antara saya sama Anang ada kesepakatan goodwil. Bukan hanya 200 ribu (USD), tetapi lebih dari itu (yang saya berikan)," kata Paulus.

Mendengar itu, Penasihat Hukum Irman dan Sugiharto, Susilo Aribowo menanyakan bukti pembayaran Paulus untuk membeli Quadra. Pulus pun membeberkan fakta yang terjadi setelahnya.

"Saya ada catatannya, tapi itu diambil preman-preman yang serang rumah saya di Indonesia," kata Paulus.

Adapun PT Sandipala adalah salah satu anggota konsorsium PNRI di proyek e-KTP. Sandipala bertugas membuat blanko kartu e-KTP.[jat]

Tags

 
Embed Widget

x