Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 00:57 WIB

Terancam, Bos Sandipala Pindah ke Singapura

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 18 Mei 2017 | 13:35 WIB
Terancam, Bos Sandipala Pindah ke Singapura
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Sandipala Arthapura Paulus Tannos dimintai keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik e-KTP.

Paulus dimintai keterangan sebagai saksi untuk dua terdakwa Irman dan Sugiharto. Namun, Paulus tidak hadir di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Keterangan dari Paulus dilakukan melalui teleconferrence lantaran keberadaannya di Singapura.

Keberadaan Paulus di Singapura karena pada proses pelaksanaan proyek e-KTP ada pihak yang mengancamnya. Dia tidak menyebutkan dengan tegas siapa pihak yang mengancam dirinya.

"Pada saat 1 juni 2011 masih di Jakarta, pada saat mulai pelaksanaan (proyek e-KTP) saya masih di Jakarta tapi setelah dalam perjalan pelaksanaan proyek E-KTP terjadi kesalahan dengan ada chip dari E-KTP yang disuplai perusahaan rumah saya diserang, jiwa saya terancam saya dilaporkan ke mabes polri oleh Oxel System Ltd. Dilaporkan atas tuduhan penipuan oleh direktur Oxel, Victor," kata Paulus pada sambungan teleconferrence dengan hakim, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Bukan hanya laporan, dia juga mengaku bahwa rumahnya di Jakarta diserang oleh pihak tidak dikenal. Untuk itu, dia memilih memboyong keluarganya ke Singapura.

"Karena rumah saya diserang pada Februari 2012 karena ada masalah dengan chip yang saya pesan," ujar dia.

Paulus mengatakan sebenarnya ia ingin hadir langsung dalam persidangan, tapi lantaran keamanannya terancam ia pun memilih memberikan keterangan lewat teleconferrence.

"Sebenarnya saya ingin datang, tapi jiwa saya terancam," ujar dia.

Adapun PT Sandipala adalah salah satu anggota konsorsium PNRI di proyek e-KTP. Sandipala bertugas membuat blanko kartu e-KTP. [rok]

Tags

Komentar

 
x