Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 20:56 WIB

PWI Kecam Aksi TNI Larang Peliputan Insiden Natuna

Oleh : - | Rabu, 17 Mei 2017 | 23:11 WIB
PWI Kecam Aksi TNI Larang Peliputan Insiden Natuna
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Karimun - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau mengecam aksi anggota TNI yang melarang sejumlah wartawan saat meliput prajurit TNI yang menjadi korban ledakan meriam di Natuna.

"Tanpa mengurangi simpati atas musibah yang terjadi, kami juga harus menegaskan, bahwa segala tindakan yang menghalang-halangi pers untuk mendapatkan informasi, tidak pernah bisa dibenarkan," ujar Ketua PWI Kepri Ramon Damora, Rabu (17/5/2017).

Diketahui, empat prajurit TNI dikabarkan tewas akibat ledakan meriam saat gladi bersih PPRC di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau pada Rabu (17/5/2017) pukul 11.00 WIB.

Selain itu sejumlah prajurit TNI lainnya juga mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Natuna untuk mendapatkan perawatan.

Namun ketika beberapa wartawan hendak meliput di RSUD Natuna, justru malah dilarang oleh sejumlah oknum TNI. Bahkan kamera serta handphone milik wartawan pun dirampas.

Tak hanya itu, oknum TNI itu juga mengancam wartawan secara verbal agar insiden di Tanjung Datuk tidak dipublikasikan.

Ramon meminta agar semua pihak menghormati tugas-tugas jurnalistik yang tentunya dilindungi oleh Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999.

"Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai insiden TNI versus wartawan, yang tahun lalu berturut-turut terjadi di Medan, Madiun, dan Makassar, agar TNI dan pers saling menghargai tugas masing-masing, kami catat dengan baik," katanya. [ton]

 
x