Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:10 WIB

Kalau Jokowi Ahok Pecah Kongsi, Memang Kenapa?

Oleh : Ivan Setyadi | Rabu, 17 Mei 2017 | 06:06 WIB
Kalau Jokowi Ahok Pecah Kongsi, Memang Kenapa?
Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menganggap wajar jika hubungan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Joko Widodo (Jokowi) renggang pasca perkara hukum yang membawa Ahok mendekam di jeruji besi.

"Bisa saja muncul persepsi keduanya pecah kongsi," kata Maksimus kepada INILAHCOM, Selasa (16/5/2017).

Namum dia mengingatkan bagaimana siklus politik yang biasa terjadi di Indonesia. Dimana banyak politikus yang kerap berselisih, setelah itu akrab kembali.

"Perlu juga diingat dalam politik tidak ada kawan dan juga lawan yang abadi. Karena yang abadai hanya kepentingan," ungkapnya.

"Politik di negara ini juga tak jarang seperti drama," sambungnya.

Jadi, bila hubungan Ahok dan Jokowi yang pernah bersama memimpin Jakarta itu menjadi renggang saat ini, bukan berarti mereka tidak bisa kembali akrab setelah kasus hukum Ahok berlalu dua tahun mendatang sesuai vonis hakim.

Ahok divonis dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama. Hakim memutuskan Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penodaan agama dengan mengutip Ayat Al Maidah 51 saat melakukan kunjungan kerjak ke Kepulauan Seribu September 2016 silam.

Komentar

 
x