Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 27 Mei 2017 | 18:39 WIB

Keberagaman di Malang Terancam Konflik

Oleh : - | Rabu, 17 Mei 2017 | 01:03 WIB
Keberagaman di Malang Terancam Konflik
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Wali Kota Malang Moch Anton menggelar rapat kordinasi (rakor) untuk membangun sinergi dan toleransi di masyarakat.

Rakor digelar bersama Forkompimda, akademisi dan tokoh agama, di ruang Sidang Balaikota, Selasa (16/5/2017).

Selain Wali Kota Malang, rakor juga dihadiri Kapolres Malang AKBP Hoirudin Hasibuan, Komandan Kodim Letkol Arm Aprianko Suseno, Ketua MUI Malang Baidlowi Muslich serta akademisi serta para tokoh Agama di Kota Malang.

"Kita harus ikut memantau kondisi di masyarakat. Kota Malang memiliki 63 Universitas, sehingga berpotensi meningkatkan masyarakat urban yang masuk ke Kota Malang, utamanya di kalangan mahasiswa dan masyarakat pencari kerja. Pertemuan ini dilaksanakan untuk mengkoordinasikan keadaan riil di Kota Malang," kata Anton.

Menurut Anton, ada 300 ribu orang dalam kategori masyarakat urban. Mereka masuk ke Kota Malang hingga menyebabkan kota berhawa dingin tersebut menjadi miniatur nusantara. Karena keberagaman suku, ras dan agama.

"Tentu hal itu akan berpotensi memunculkan konflik karena kebragaman perbedaan, khususnya adat dan istiadat yang dimiliki oleh para pendatang dengan penduduk lokal," tegas Abah, sapaan akrab Moch Anton.

Anton berharap, para akademisi dari perguruan tinggi dan tokoh agama yang ada di Kota Malang turut berperan aktif menjaga kondusifitas Kota Malang. Hal itu dapat dimulai di lingkungan tempat tinggal dan kampusnya masing-masing.

Sementara itu Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan menyampaikan kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Malang.

"Tingkat kriminalitas tertinggi di Kota Malang berada pada kasus narkoba. Kemudian kriminalitas kedua tertinggi berada pada kasus curanmor, khususnya di wilayah lowokwaru. Hal itu disebabkan banyaknya mahasiswa yang membawa kendaraan baik roda dua maupun roda empat, namun seringkali lalai dalam pengawasan," ujar Hoirudin.

Hoirudin juga menyatakan bahwa upaya-upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri harus ditingkatkan kembali. Karena di era demokrasi, tanpa dukungan dan kepercayaan masyarakat maka akan sulit untuk melaksanakan tugas-tugas kepolisian.[beritajatim]

 
x