Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 01:58 WIB

PBNU Yakin HTI Berpotensi Munculkan Kekerasan

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 16 Mei 2017 | 19:17 WIB
PBNU Yakin HTI Berpotensi Munculkan Kekerasan
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PBNU menegaskan bahwa konsep Khilafah yang diterapkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sangat bertentangan dengan ideologi NKRI.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menyebut bahwa melihat berbagai macam pernyataan yang disuarakan aktivis HTI, sangat jelas yang menjadi misi HTI bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.

"Kita ini negara hukum, maka saya kira langkah pemerintah tepat secara politik mengusulkan untuk pembubaran. PBNU mendukung langkah itu. Kami siap berada di belakang pemerintah untuk bersama-sama mengamankan apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah," ujar Helmy di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017).

PBNU, lanjutnya, menyatakan mendukung langkah hukum yang akan ditempuh pemerintah dalam membubarkan HTI.

Lebih jauh, menurut Helmy meskipun HTI menyatakan selama ini berdakwah secara damai namun tetap saja konsep Khilafah tidak dibenarkan untuk disuarakan di Indonesia.

"Tetap saja mereka mengklaim pandangan yang menyebutkan bahwa konsep negara Pancasila adalah sistem yang mereka sebut pengkafiran, thagut karena memutus mata rantai Khilafah Ustmani tahun 23 di Turki. Mereka sebut orangtua kita semuanya adalah kafir dan menurut saya, ini akan menimbulkan persoalan," paparnya.

Adapun jika HTI dibiarkan eksistensinya di Indonesia maka lambat laun berpotensi menimbulkan keresahan serta menecah belah antarumat beragama.

"Ini kan, menyebarkan paham. Penyebaran paham itu melalui forum-forum yang tidak bisa kita deteksi, melalui perkampungan atau pengajian dan seterusnya. Menurut saya, apa yang telah dirumuskan oleh pendahulu kita, soal bangsa dan negara ini sudah final. Indonesia merupakan negara yang penduduknya plural. NKRI ini adalah bentuk negara paling ideal untuk kita," tuturnya.

Konsep Khilafah yang digagas HTI pun dinilai memicu terjadinya tindak kekerasan bagi persatuan bangsa dan negara.

"Kalau gerakan mengkafirkan kelompok yang berbeda pendapat dengan mereka, kalau sudah begitu sedikit lagi sudah tinggal menganggap halal darahnya bagi orang-orang yang tidak sepaham. Jelas sekali memicu kekerasan," tandasnya. [ton]

 
x