Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 30 Mei 2017 | 01:58 WIB

KPK Tak Pernah Beri Izin Pembebasan Jaksa Urip

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 16 Mei 2017 | 15:22 WIB
KPK Tak Pernah Beri Izin Pembebasan Jaksa Urip
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menepis pihak Kementerian Hukum dan HAM meminta izin kepada pihaknya terkait pemberian pembahasan bersyarat pada mantan jaksa Urip Tri Gunawan.

Febri membenarkan pihak Kementerian Hukum dan HAM mengirimkan surat ke KPK. Namun surat itu bukan meminta izin pemberian pembahasan bersyarat pada Urip Tri Gunawan. Surat itu

"Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa pembebasan bersyarat Urip tersebut sudah dikonsultasikan dengan KPK, sudah seizinkan KPK saya kira itu tidak tepat karena surat yang dikirim ke KPK adalah surat pertanyaan permintaan penjelasan terkait dengan denda dan juga konversi dari dengan tersebut dengan hukuman pengganti yang lain," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017).

Untuk itu, Febri meminta Kemenkumham menjelaskan pada masyarakat terkait pemberian pembebasan bersyarat itu.

Sebab, keputusan pembebasan bersyarat itu bukan domain KPK untuk memberikan penilaian atau kesimpulan. Namun Febri berharap kedepan pemerintah dapat merevisi PP 99/2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan mengatur pengetatan remisi bagi terpidana narkotika, Korupsi dan teroris, harus lebih diperketat dan diperhatikan kedepannya.

"Ke depan kita harus tegakkan bersama-sama PP 99 tahun 2012 dan juga terkait dengan hukuman tambahan di pengadilan tindak pidana korupsi juga perlu menjadi kesadaran bersama," papar Febri.

"Kemenkumham perlu clear-kan dan Ditjen Pas juga perlu menjelaskan kepada publik. Jadi ini bukan kepentingan KPK yang menangani kasus ini, tetapi kepentingan publik yang jauh lebih besar," kata Febri.

Jaksa Urip Tri Gunawan adalah penerima suap dari Artalyta Suryani alias Ayin yang juga orang dekat Sjamsul Nursalim. Suap yang diterima Urip untuk menghentikan penyelidikan korupsi BLBI Sjamsul Nursalim di Kejaksaan Agung. Urip pun divonis pidana penjara selama 20 tahun.

Namun, Urip yang baru menjalani pidana penjara selama sembilan tahun di Lapas Sukamiskin, dia dibebaskan. Dia bebas karena mendapat pembebasan bersyarat dari Kemenkumham yang dipimpin oleh Yasonna Laoly.

Dalam kasusnya, Urip terbukti menerima suap dari Artalyta Suryani sebesar USD660.000 untuk melindungi pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dari penyelidikan kasus BLBI yang ditangani Kejaksaan Agung. [ton]

 
x