Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 23:44 WIB

Ma'ruf Amin Nilai Pemerintah Lamban Sikapi HTI

Oleh : - | Selasa, 16 Mei 2017 | 02:02 WIB
Ma'ruf Amin Nilai Pemerintah Lamban Sikapi HTI
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Jember - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin menilai pemerintah terlalu lamban dalam menyikapi kehadiran Hizbut Tahrir Indonesia selama ini.

"Pemerintah terlalu lamban, sehingga sempat besar. Semestinya (HTI) lebih awal diantisipasi. Tapi saya kira walaupun sekarang sudah besar tidak masalah. Karena memang masalahnya adalah komitmen kebangsaan, kalau dia ingin hidup, ya harus punya komitmen kebangsaan. Kalau dia berubah, tidak lagi mengusung khilafah, dia menyatakan komitmen terhadap bangsa dan negara serta empat pilar, ya tidak ada masalah," kata Ma'ruf, Senin (15/5/2017).

Kendati HTI dibubarkan, Ma'ruf menilai harus ada pembinaan terhadap para anggotanya sebagai warga negara Indonesia. "Semua pihak harus ikut mengambil bagian untuk melakukan pembinaan. Nanti kita lihat ajarannya seperti apa, ada hal-hal yang menyimpang atau tidak, lalu kita luruskan, dalam hal masalah pemahaman kebangsaan dan kenegaraannya," ujarnya.

Menurut dia, di Indonesia semua harus memiliki komitmen kebangsaan dan kenegaraan. "Jadi kita harus bina, baik paham keagamaan maupun paham kebangsaan dan kenegaraan," tambahnya. [beritajatim]

 
x