Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 Juli 2017 | 21:47 WIB

Biarkan HTI Hidup, Wiranto Sebut RI Kecolongan

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 15 Mei 2017 | 20:21 WIB
Biarkan HTI Hidup, Wiranto Sebut RI Kecolongan
Menkopolhukam Wiranto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menkopolhukam Wiranto menegaskan komitmen pemerintah untuk membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena mengusung ideologi Khilafah yang dinilai bertentangan dengan Pancasila.

Ia pun meminta publik untuk bersabar menunggu tindaklanjut pembubaran HTI ini yang akan ditempuh pemerintah melalui jalur hukum.

"Ini kan, baru berapa hari ya, tunggu. Tunggu tanggal mainnya karena yang pasti kami tetap konsisten dari pembicaraan saya itu," ucap Wiranto di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

Menkopolhukam memastikan tindakan yang sama akan dilakukan pemerintah kepada ormas lainnya jika mengusung ideologi yang tidak sejalan dengan yang disepakati di NKRI.

"Ormas apapun walaupun sudah mengantongi izin, berbadan hukum dan sebagainya, tapi kegiatannya nyata-nyata jelas terlihat terang benderang, bertentangan dengan konstitusi kita, Pancasila, NKRI dan mengancam kedaulatan negara harus tidak hidup di Indonesia," tegasnya.

Wiranto mengungkapkan, HTI perlu dibubarkan karena selama ini Indonesia merasa kecolongan lantaran HTI dibiarkan hidup dengan gagasan ideologi Khilafah di TanahAir.

"20 negara sudah melarang organisasi Hizbut Tahrir, 20 negara, bayangkan, kecuali Indonesia dan Lebanon. Tatkala kita ingin melarang organisasi itu, banyak pihak yang kemudian justru tidak membenarkan langkah itu. Negeri ini kan, berdaulat. Indikatornya adalah NKRI, Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan kesepakatan kolektif bangsa ini," tuturnya.

Untuk itu, ia mengharapkan masyarakat tak meributkan soal usulan pembubaran HTI yang dilakukan oleh pemerintah.

Tindakan ini, lanjutnya, tentunya dilakukan atas dasar kepentingan melindungi ideologi dan kedaulatan bangsa yang disepakati sejak Indonesia merdeka.

"Tolong ini dipahami masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat, ayo kita berpikir jernih, tenang dan tidak usah diributkan. Katakanlah pemerintah melakukan langkah ini bukan sewenang-wenang, bukan asal asalan, tapi betul-betul bentuk dari eksistensi, keselamatan dan keamanan negara ini, agar proses pembangunan untuk mencapai tujuan nasional itu berjalan dengan baik," ungkapnya. [ton]

 
x