Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 19:55 WIB

Proyek e-KTP Gagal, PT Sandipala Untung Rp140 M

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 15 Mei 2017 | 17:32 WIB
Proyek e-KTP Gagal, PT Sandipala Untung Rp140 M
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Shandipala Arthaputra yang juga konsorsium dari PNRI dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) meraup untung sebesar Rp140 miliar. Padahal proyek tersebut tidak penuhi target alias gagal.

Demikian diakui asisten manager keuangan PT Shandipala Arthaputra Fajri Agus Setiawan pada saat dihadirkan sebagai saksi sidang e-KTP untuk terdakwa Irman dan Sugiharto.

Menurut Fajri perusahaan milik Paulus Tanos dalam proyek e-KTP mengerjakan 51 juta keping smart card. Namun demikian, dia mengaku tidak mengetahui apakah target 51 juta keping smart card itu diselesaikan.

"Dari 2011-2013 sekitar 140 miliar sekian, atau 27 persen," kata Fajri saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (15/5)2017).

Meski tidak mengetahui targetnya tercapai atau tidak, tapi dia mengaku mengetahui harga perkeping smart card itu.

"Menurut hitungan kami harga yang saya hitung 7.500 rupiah per keping," ujar dia.

Mendengar jawaban itu, jaksa bertanya mengenai harga satuan yang tercantum di kontrak dengan Kemendagri senilai Rp 16.000. Namun Fajri mengklaim tidak mengetahui hal tersebut.

Sementara PNRI selaku ketua konsorsium meraup untung sebesar Rp107 miliar dari proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. "Keuntungan Rp 107 miliar," kata Indri Mardiani selaku kepala departemen keuangan PNRI.

Diketahui proyek e-KTP memang sudah menjadi bancakan sejak proyek ini masih dalam proses pembahasan anggaran. Dalam proses sebelum diketuk anggaran sejumlah anggota DPR, pejabat Kemendagri, sudah mendapat aliran uang.

Bahkan uang senilai Rp 2,3 triliun dari nilai anggaran Rp5,9 triliun telah dikorupsi secara berjamaah. [ton]

Tags

Komentar

 
x