Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Oktober 2017 | 21:57 WIB

'Revolusi Sekolah' Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

Oleh : - | Minggu, 14 Mei 2017 | 23:30 WIB
'Revolusi Sekolah' Diterapkan di Tahun Ajaran Baru
Mendikbud Muhadjir Effendy - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mendikbud Muhadjir Effendy mengungkapkan, kementeriannya akan menerapkan program 'Revolusi Sekolah' pada tahun ajaran baru 2017/2018.

Adapun program itu akan menerapkan delapan jam waktu belajar di sekolah dan para murid akan libur pada hari Sabtu dan Minggu.

"Reformasi sekolah segera dimulai dengan delapan jam waktu di sekolah dengan sistem belajar yang kreatif, kritis dan analitis," kata Muhadjir di Bengkulu, Minggu (14/5/2017).

Sistem belajar yang diusung di dalam program tersebut, lanjutnya, menjadi tanggung jawab setiap sekolah dalam mengimplementasikannya.

Masing-masing sekolah akan diberikan kebebasan menciptakan suasana belajar dan mengurangi keterlibatan bimbingan belajar dalam mendidik para murid.

"Saya ingatkan betul, jangan sampai pengajar dari bimbel lebih banyak memberikan pengajaran. Kalau begitu saya berhentikan guru-gurunya, ganti dengan guru bimbel," tegasnya.

Sementara itu, mengenai pembagian waktu belajar akan dilakukan di dalam ruangan kelas selama tiga jam, sedangkan lima jam belajar di luar kelas.

Pada hari Sabtu, para murid dapat diarahkan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Namun keputusan itu bergantung pada pihak sekolah.

Meskipun kegiatan belajar di sekolah berlangsung selama delapan jam per hari, dipastikan tidak akan ada penambahan mata pelajaran.

"Sekolah ditantang untuk membuat sistem belajar yang menarik dan tidak membuat murid bosan. Dalam sistem ini, kepala sekolah bertindak selaku manajer yang menggali potensi dan sistem belajar yang efektif, dapat menggali potensi kearifan lokal dan lainnya," ungkapnya.

Selain itu, sekolah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga dapat mendatangkan para alumninya yang sukses menjadi seniman hingga olahragawan maupun mengundang pihak-pihak lainnya ke sekolah untuk memberikan pendidikan seni dan olahraga yang dibutuhkan.

"Jangan tinggalkan alumni karena beberapa sekolah yang memiliki alumni yang sukses dapat dipanggil untuk memberikan motivasi kepada murid," katanya. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x