Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 01:02 WIB

Pemerintah Harus Siap Hadapi HTI di Pengadilan

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 13 Mei 2017 | 07:31 WIB
Pemerintah Harus Siap Hadapi HTI di Pengadilan
Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Jimly Assiddiqie - (Foto: inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah diminta mengumpulkan bukti-bukti yang kuat bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memang benar melanggar konstitusi, Pancasila, dan UUD 1945. Hal ini untuk mempersiapkan diri pada saat persidangan nanti.

Demikian juga dengan pihak HTI juga harus mempersiapkan bukti-bukti untuk dibawa ke Pengadilan bahwa mereka tidak seperti yang tengah dituduhkan oleh pemerintah.

Bukti-bukti itu, kemudian dibuka dalam forum persidangan di Pengadilan. Bukan di forum terbuka atau melalui media atau tenpat lain yang tidak menghasilkan keputusan yang berkekuatan hukum.

"Perdebatan ya silakan dibuka diforum sidang, keputusannya ada. Kalau kita diskusi tidak karuan tidak ada keputusan dan semua orang pulang dengan membawa keyakinannya masing masing merasa semua benar tapi putusannya apa tidak ada," kata Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Jimly Assiddiqie pada INILAHCOM, Jakarta, Jumat (12/5/2017) malam.

Sebab, pemerintah tidak bisa sembarangan atau semena-mena membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) secara sepihak. Melainkan harus dengan jalur hukum, yakni di Pengadilan.

Melalui Pengadilan, kata dia, adalah jalan yang sangat diperlukan guna mendapat keputusan yang lebih adil dan baik, dibandingkan hanya berdasarkan pada keputusan sepihak pemerintah.

Kemudian, Pengadilan adalah tempat untuk mendapatkan keputusan yang lebih adil dan baik, dibandingkan hanya berdasarkan pada keputusan sepihak dari pemerintah

"Jadi lebih baik dibawa ke pengadilan biar mereka bela diri," kata Jimly. [ind]


Komentar

 
x